Legenda Serigala Pembunuh Abad ke-18, Misteri Beast of Gévaudan Masih Menghantui
SALAH satu kisah horor paling terkenal dalam sejarah Eropa adalah legenda Beast of Gévaudan, makhluk misterius yang diyakini telah menewaskan ratusan orang di Prancis pada abad ke-18. Hingga kini, peristiwa berdarah tersebut masih menyisakan pertanyaan besar tentang apa sebenarnya yang terjadi.
Wilayah Gévaudan—kini termasuk bagian selatan Prancis—pada pertengahan 1700-an dikenal sebagai kawasan pedesaan yang tenang. Namun ketenangan itu berubah menjadi teror setelah serangkaian pembunuhan brutal terjadi antara tahun 1764 hingga 1767. Pelakunya disebut-sebut bukan manusia, melainkan seekor makhluk buas menyerupai serigala raksasa.
Korban pertama yang tercatat adalah Jeanne Boulet, seorang gembala perempuan berusia 14 tahun yang ditemukan tewas pada 1764 dengan luka parah di bagian leher. Sebulan kemudian, korban remaja lainnya kembali ditemukan. Sebelum meninggal, korban tersebut sempat menggambarkan penyerangnya sebagai “makhluk mengerikan.”
Dalam rentang tiga tahun, ratusan orang dilaporkan diserang. Banyak korban ditemukan dengan luka gigitan di leher dan dada. Para saksi yang selamat menggambarkan makhluk itu sebagai hewan besar mirip serigala, berbulu gelap, berdada bidang, dan bermulut penuh gigi tajam. Kesaksian-kesaksian tersebut memenuhi surat kabar pada masa itu dan memperkuat julukan “Beast of Gévaudan.”
Teror yang terus berlanjut mendorong warga setempat membentuk kelompok pemburu. Seorang perwira milisi, Jean Baptiste Duhamel, bahkan mengerahkan sekitar 30.000 relawan untuk memburu makhluk tersebut dengan iming-iming hadiah sebesar gaji satu tahun. Namun upaya besar itu tak kunjung menghentikan serangan.
Menurut cerita yang berkembang, seorang petani bernama Jean Chastel, yang kehilangan banyak anggota keluarganya akibat serangan tersebut, memutuskan bertindak sendiri. Ia dikisahkan memasuki pegunungan dengan membawa pistol dan peluru perak. Dalam kisah legendarisnya, Chastel menembak mati makhluk tersebut setelah berdoa dan membaca Alkitab. Bangkai hewan itu kemudian dipersembahkan kepada raja, bahkan disebut-sebut berisi sisa-sisa tubuh manusia di dalam perutnya.
Legenda Beast of Gévaudan telah menginspirasi berbagai karya sastra dan budaya populer, termasuk buku “Travels with a Donkey in the Cévennes” karya Robert Louis Stevenson dan film horor “Brotherhood of the Wolf” (2002).
Meski demikian, para sejarawan hingga kini belum sepakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Sebagian berpendapat bahwa insiden tersebut dipicu oleh histeria massal, sementara yang lain meyakini serangan dilakukan oleh kawanan serigala atau bahkan singa yang dibesar-besarkan menjadi sosok monster.
Satu hal yang tak terbantahkan adalah sekitar 300 orang tewas secara brutal dalam periode tersebut. Dan mungkin, kisah paling mengerikan dari semuanya adalah kenyataan bahwa penyebab pasti tragedi ini tidak akan pernah benar-benar terungkap. (M1-Sumber: allthatsinteresting.com)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.