METRUM
Jelajah Komunitas

Makanan Ini Ternyata Membahayakan Bumi

MAKANAN merupakan hal yang paling penting untuk kelangsungan hidup manusia di bumi. Namun, ada beberapa makanan yang berpengaruh besar merusak lingkungan.

Melansir laman livestrong.com, berikut makanan-makanan yang berbahaya bagi bumi.

Daging domba

(livestrong.com).*

Berdasarkan Environmental Working Group, daging domba diklaim sebagai bahan pangan yang paling berbahaya di dunia. Daging domba adalah penghasil gas emisi gas rumah kaca paling buruk.

Selain itu, domba juga merupakan binatang yang memiliki jejak karbon lebih tinggi 50 persen dari daging sapi.

Untuk menggantinya, Anda bisa mengurangi porsi daging domba dengan porsi sayuran dan daging paha ayam organik.

Daging sapi

beef.*

World Resources Institute melaporkan, daging sapi memproduksi 20 kali lebih banyak gas rumah kaca daripada kacang.

Selain itu, gas yang dihasilkan daging sapi itu 23 kali lebih memanaskan karbondioksida.

Meski demikian, Anda tidak perlu berhenti mengonsumsinya.

Anda cukup menguranginya dan mengganti dengan daging sapi yang diberi makan secara organik. Atau, menggantinya dengan bahan pangan seperti jamur portobello.

Keju

keju.*

Keju yang terbuat dari susu menghasilkan polusi seperti daging-daging yang sebelumnya.

Untuk menggantinya, Anda hanya perlu mengganti keju berbahan susu menjadi keju yang terbuat dari kacang atau hummus, yakni makanan yang terbuat dari kacang chickpea dan saus tahini.

Daging babi

daging babi.*

Menurut World Resources Institute, daging babi memancarkan tiga kali lipat gas rumah kaca.

Sementara temuan Environmental Working Group menunjukkan, pengolahan daging babi, seperti pemanggangan dan pembekuan memberikan kontribusi terhadap munculnya gas emisi.

Hindari mengonsumsi daging babi olahan seperti daging asap dan ham karena bisa memicu kanker.

Salmon

salmon.*

Salmon merupakan ikan yang kaya akan omega 3. Sayangnya, Environmental Working Group melaporkan jika ikan salmon membahayakan bumi.

Anda bisa mengganti salmon dengan telor organik yang menghasilkan gas emisi 60 persen lebih rendah dari salmon. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: