METRUM
Jelajah Komunitas

Matthew Juara Etape XIV Lewat “Solo Break” Impresif, Cuaca Panas Jadi Kendala Atlet

MENDE, PRANCIS (METRUM) – Pembalap kawakan Michael Matthews (BikeExchange) mencatat kemenangan terbaik sepanjang karirnya dengan solo break impresif pada etape XIV Tour de France (TdF) 2022, finis di landasan pacu pangkalan udara Mende, Prancis tengah, Sabtu (16/7/2022).

Bagi Matthews (31) setelah 5 tahun hampa ini merupakan kemenangan etape TdF yang kelima kalinya, empat etape lainnya diraih tahun 2015-2017.

Cuaca panas yang kini melanda Eropa, Prancis tengah dan selatan serta perbatasan Spanyol sangat menyulitkan para atlet yang berlomba di etape XIV. Panas mencapai hingga 38 derajat Celcius menyebabkan atlet harus banyak minum dan membawa es di punggungnya dan sering mengguyur kepalanya dengan air.

Matthews merupakan bagian dari 25 pembalap rangking menengah yang break away di awal etape XIV dan kemudian atlet asal Australia ini solo break pada 50 km terakhir diikuti beberapa pembalap lain, tapi dia mampu melepaskan diri lagi di tanjakan terakhir Montee Jalabert dan finis sendirian menyelesaikan jarak 192,5 km (Saint Etienne-Mende) dengan waktu 4 jam 30 menit 53 detik.

Posisi kedua oleh Alberto Bettiol (EF Education/Italia) + 15 detik. Bettiol sempat melewati Matthews di tanjakan terakhir namun disusul lagi oleh Matthews dan ditinggalkan. Ketiga Thibaut Pinot (Groupama FDJ/Prancis) + 34 detik.

“Ini adalah cerita sukses saya yang naik turun dan setelah 4 tahun prestasi agak mendatar saya bisa bangkit lagi. Ini berkat dukungan istri dan anak perempuan  saya usia 4 tahun yang terus memberi semangat. Kemenangan TdF etape XIV ini untuk anak saya,” ungkap Matthews yang juga mendapat predikat pembalap paling agresif di etape XIV.

Sementara persaingan seru juga terjadi di peloton utama yang tertinggal 11 menit dari grup breaker untuk perebutan rangking klasemen umum antara 2 kali juara bertahan TdF Tadej Pogacar (UAE Team Emirates/Slovenia) vs pemegang kaus kuning Jonas Vingegaard (Jumbo Visma/Denmark). Kedua penghuni klasemen teratas ini didukung kedua timnya masing-masing.

Pogacar beberapa kali sejak pertengahan lomba mencoba menyerang Jonas dengan askelerasi cepat namun Jonas tidak bisa dilepaskan, terus menempel ketat Pogacar seperti lem.

Tim Jumbo Visma melaju di etape XIV Tour de France Sabtu (16/7/2022) St. Etienne – Mende 192 km, melindungi pemegang kaus kuning Jonas Vingegaard. (Foto: Getty Images).*

Duel ketat keduanya berlangsung beberapa kali, rute yang melewati tiga tanjakan kategori 3 dan satu kategori 2 (Montee Jalabert) sebelum finis memakan korban berapa pembalap rangking atas klasemen tercecer, di antaranya Geraint Thomas (Ineos) rangking ketiga, Romain Bardet (DSM) rangking keempat, Nairo Quintana (Arkea Samsic) rangking keenam, Adam Yates (Ineos) rangking lima dan Alexey Lutsenko (Astana).

Para pembalap tim Jumbo Visma dan UAE Team Emirates yang bekerja keras mendukung andalannya juga berceceran pada 5 km terakhir menyisakan dua unggulanya berduel didepan hinggafinis, Pogacar dan Jonas finis bersamaan di urutan ke 23 dan 24, tertinggal 12 menit 34 detik dari Matthews.

Tidak ada perubahan rangking klasemen, Jonas Vingegaard (Jumbo Visma) menguasai kaus kuning unggul 2 menit 22 detik atas runner up Tadej Pogacar (UAE Team Emirates), ketiga Geraint Thomas (Ineos) +2 menit 24 detik.

Roglic mundur

Sementara itu kapten tim Jumbo Visma, Primoz Roglic(32) mundur dari start etape XV TdF dan selanjutnya. Ini atas nasehat dokter tim untuk penyembuhan lututnya yang cedera jatuh di etape V agar bisa lebih cepat pulih.

Roglic amat berperan di etape XI melakukan berulang kali kerja keras break away bergantian untuk meloloskan Jonas Vingegaard sehingga merebut kaus kuning dari Pogacar yang kena perangkap gebrakan tim Jumbo Visma di pertengahan etape XI.

Tanpa Roglic tentu kekuatan tim Jumbo Visma mendukung Jonas pemegang kaus kuning akan berkurang.

Preview profil rute etape XV TdF, Minggu (17/7/2022). (Grafis: A.S.O.).*

Minggu 17/7/2022) etape XV Rodez ke Carcassone 202 km, merupakan peralihan dari pegunungan Alpen ke pegunungan Pyrenees. Rute perbukitan dan datar, peluang terbuka untuk sprinter untuk kemampuan di finis masal, andaikan tak terjadi “break” lagi.

Cuaca panas dengan temperatur hingga 41 derajat Celcius diramalkan akan terjadi di etape XV, menjadi hambatan para peserta. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: