METRUM
Jelajah Komunitas

Mengenal Alat Musik Tradisional Toleat

SUBANG merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki beragam tradisi unik dan eksotis. Salah satu warisan yang hingga kini identik dengan masyarakat Subang adalah Toleat.

Toleat adalah jenis alat musik tiup (Aerophone reed tunggal) dan sebagai alat musik tradisional yang digali dari tradisi masyarakat Pamanukan, Kabupaten Subang. Keberadaan toleat belum banyak dikenal publik. Masyarakat subang sendiri belum terlalu mengenal toleat karena dahulu hanya ada dua orang yang mahir memainkannya yaitu Mang Parman dan Asep Nurbudi (Asep Oboy). Pengenalan kepada masyarakat umum sulit dilakukan karena untuk memainkannya memang tidak mudah.

Alat musik tradisional toleat (Sumber: google image).*

Kesenian toleat, di Kabupaten Subang merupakan produk budaya masyarakat subang yang notabene merupakan cerminan nilai-nilai dan norma-norma sosial budaya masyarakat seni dan pendukungnya. Berbagai kekayaan karya produk budaya telah lahir dari daerah ini. Hal ini telah menjadikan Kabupaten subang sebagai salah satu daerah yang memiliki tipikal karya seni tersendiri di Jawa Barat. Tidak dapat dipungkiri, hal tersebut memberikan kontribusi yang besar bagi kelangsungan kebudayaan di Indonesia.

Di kampung Adat Banceuy, Kabupaten Subang, terdapat tokoh pengrajin alat musik tradisional toleat yaitu Abah Amar, satu satunya tokoh pengrajin toleat di Kampung Adat Banceuy, tak hanya itu beliau juga mahir memainkan Toleat.

Toleat dahulunya merupakan permainan anak di daerah Pamanukan Kabupaten Subang, yang kemudian menempuh tahap evolusi baik itu bentuk, bahan maupun fungsinya. Terbentuknya toleat diilhami dari empet-empetan, yaitu alat musik tiup yang dimainkan oleh anak gembala yang terbuat dari jerami padi yang telah dipanen. Empet-empetan telah mengalami beberapa tahapan evolusi dan perkembangannya menjadi alat musik toleat terbuat dari bahan congo awi (ujung bambu) dan awi tamiang (bambu untuk suling).

Toleat berfungsi sebagai “kalangenan, pintonan dan kontemporer”. Fungsi kalangenan, toleat merupakan alat untuk menghibur diri, kemudian masuk ke dalam periode pintonan, toleat diangkat di atas pentas menjadi sebuah sajian hiburan pada acara tertentu, acara hiburan apresiasi di masyarakat umum maupun masyarakat akademis.

Di dalam periode kontemporer, bentuk sajian alat musik toleat dapat digabungkan (kolaborasi) dengan alat musik lain, baik alat musik tradisional, maupun alat musik modern. (Hanna Nursifa R/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.