Pemkot Bandung dan KONI Genjot Profesionalisme Pelatih Jelang Porprov 2026
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen membangun ekosistem olahraga yang unggul dengan menempatkan pelatih sebagai elemen kunci pembentuk prestasi dan karakter atlet.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya peran pelatih olahraga tidak hanya sebagai pencetak prestasi, tetapi juga sebagai pembentuk karakter generasi muda. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Pelatihan Pelatih dan Uji Kompetensi Profesi Pelatih Olahraga Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Grand Preanger, Sabtu, 12 Juli 2025.
“Pelatih bukan sekadar menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter kuat. Dari tangan mereka, lahir generasi muda yang menjunjung tinggi sportivitas dan semangat menyelesaikan tantangan,” kata Farhan.
Menurutnya, pelatih merupakan elemen kunci dalam dunia olahraga. Mereka bukan hanya pengantar atlet menuju podium, tetapi juga penanam nilai-nilai, pembangun mental, dan pemberi motivasi.
Karena itu, ia mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang sehat, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan. Para pelatih pun diimbau untuk terus mengasah keterampilan, mulai dari kepemimpinan, inovasi, hingga penguasaan bahasa asing seperti bahasa Inggris.
“Kalau pelatihnya tidak menunjukkan profesionalisme, bagaimana mereka bisa menanamkan itu pada atlet? Pelatih harus berani berubah dan terus berkembang,” tegas Farhan.
Ia juga menekankan bahwa dukungan Pemkot Bandung terhadap sektor olahraga tidak terbatas pada alokasi anggaran, melainkan juga melalui langkah konkret seperti kerja sama dengan KONI Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk revitalisasi GOR Pajajaran. Menurutnya, hal ini adalah bagian dari pembangunan ekosistem olahraga yang mendukung prestasi.
Farhan berharap pelatihan dan uji kompetensi ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kualitas pelatih di Kota Bandung.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan dan uji kompetensi ini merupakan implementasi dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Undang-undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN.
Ia menjelaskan bahwa dalam enam tahun terakhir, KONI telah melakukan uji kompetensi terhadap 420 dari total 2.500 pelatih di Kota Bandung.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Babak Kualifikasi Porprov dan Porprov 2026. Hari ini, terdapat 140 peserta, terdiri dari 68 pelatih mengikuti pelatihan penyegaran, dan 70 lainnya menjalani uji kompetensi oleh tim asesor dari BNSP,” ujar Nuryadi.
Seluruh peserta, lanjutnya, telah memiliki sertifikat dasar dari cabang olahraga masing-masing dan kini diuji untuk memenuhi standar nasional profesi. Kegiatan ini sepenuhnya difasilitasi oleh Pemkot Bandung melalui KONI dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Elton Agus Marjan, turut menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pelatih.
Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mendorong peningkatan anggaran bagi sektor olahraga dan mengajak para pelatih untuk menjalankan peran mereka dengan penuh tanggung jawab.
“Saya titipkan anak-anak muda Bandung kepada para pelatih untuk dibina menjadi atlet profesional. DPRD akan terus berupaya agar KONI dan para pelatih mendapatkan dukungan maksimal,” ujarnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.