Pemkot Bandung Tegaskan Komitmen Dukung Kompetisi Usia Dini Demi Cetak Atlet Unggul
KOTA BANDUNG (METRUM) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mendukung pihak-pihak yang menggelar turnamen untuk usia dini. Pasalnya, turnamen usia dini bisa melahirkan atlet-atlet berkelas dunia di masa depan.
Salah satu bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola usia dini, khususnya untuk putri, ditunjukkan melalui kehadiran dalam ajang MilkLife Soccer 2025.
“Saya merasa sangat gembira melihat antusiasme tinggi anak-anak Bandung, baik laki-laki maupun perempuan, terhadap olahraga. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar dalam pembinaan pemain muda,” ujar Farhan di Lapangan Sepak Bola Pussenif, Minggu, 1 Juni 2025.
Ia menegaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya tentang meraih kemenangan, melainkan juga merupakan sarana pembinaan karakter serta peningkatan keterampilan bermain sejak usia dini.
“Anak-anak ini bukan sekadar mengejar bola, tapi juga mulai memahami teknik bermain, kerja sama tim, dan pentingnya disiplin. Kemenangan hanyalah bonus — yang utama adalah mendukung proses tumbuh kembang mereka,” lanjutnya.
Farhan juga mengungkapkan bahwa Askot PSSI telah menyiapkan sistem kompetisi berjenjang sebagai wadah pembinaan berkelanjutan. Ia berharap anak-anak yang berlaga hari ini bisa menembus level nasional hingga internasional.
“Dalam lima atau enam tahun ke depan, kami berharap mereka bisa membela tim nasional dan mengantar Indonesia tampil di Piala Dunia 2031. Asia punya kuota sekitar delapan negara, dan kita ingin jadi salah satunya,” katanya optimistis.
Sementara itu, pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, turut memberikan apresiasi atas kualitas permainan dan semangat para peserta.
Ia melihat adanya peningkatan signifikan dalam performa para pemain selama gelaran turnamen berlangsung.
“Progresnya luar biasa. Sejak Kamis hingga final hari ini, permainan mereka terus membaik. Tanpa latihan rutin, peningkatan seperti ini tidak mungkin terjadi. Itulah mengapa kompetisi seperti ini sangat penting,” ucap Timo.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan sekitar — termasuk sekolah dan keluarga — dalam menjaga semangat anak-anak.
“Mereka harus diberi kebebasan untuk menikmati masa kecilnya. Jangan diberi beban untuk selalu menang. Yang utama adalah mereka bahagia, berkembang, dan terus termotivasi,” tutupnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.