METRUM
Jelajah Komunitas

Pengaruh Invasi Rusia ke Ukraina, Bursa Saham Taiwan Turun

TAIWAN, ROC – Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan operasi militer khusus ke Ukraina, akibatnya dunia diliputi kekhawatiran terjadinya perang Rusia-Ukraina, termasuk bursa saham Taiwan pada hari Kamis (24/2/2022), seperti dilansir dari RTI, mengalami penurunan 400 poin.

Juru Bicara Yuan Eksekutif Luo Bing-cheng dalam jumpa pers menyampaikan, pada dasarnya ekonomi Taiwan dalam kondisi baik, mendapat pengaruh situasi tegang internasional, reaksi pasar saham terpengaruh merupakan hal yang wajar. Luo Bing-cheng mengatakan, pemerintah akan memantau apakah muncul kondisi irrasional atau panic sehingga memengaruhi operasi normal pasar.

“Berkaitan dengan situasi abnormal internasional, yang saya maksud adalah situasi darurat perang, maka pasti akan memberikan dampak tertentu pada negara manapun, sama halnya dengan reaksi saham yang terjadi, semestinya semua orang bisa memahaminya, dikarenakan situasi tegang internasional. Apakah seperti yang saya maksud menimbulkan situasi irasional atau panik, memengaruhi operasi normal pasar, pemerintah akan memantau, apabila diperlukan tindakan untuk menjaga ketertiban dan fungsi pasar, maka pemerintah pasti akan mengambil tindakan,” ujar Luo Bing-cheng.

PM Su Tseng-chang pada Kamis (24/2), saat sidang Yuan Eksekutif juga menyampaikan, walaupun Taiwan dan Ukraina memiliki lingkungan geografis, peran rantai pasokan dunia yang berbeda, akan tetapi untuk memperkuat pencegahan ancaman kekuatan asing yang memanipulasi perang kognitif, maka PM Su menunjuk wakil PM Shen Jong-chin mengundang semua kementerian untuk memperkuat daya tanggap mereka, menstabilkan komoditas, harga barang dan pasar keuangan.

PM Su mengatakan, mengenai intervensi Rusia terhadap Ukraina, demi memperkuat pencegahan ancaman kekuatan asing yang memanipulasi perang kognitif, yang merusak stabilitas dan perdamaian laut Taiwan, Presiden Tsai Ing-wen telah menginstruksikan pencegahan informasi palsu agar tidak menganggu ketertiban masyarakat sosial serta meningkatkan pengawasan militer di laut Taiwan agar selalu siap siaga.

“Untuk menanggapi dampak jangka pendek, menengah maupun panjang, meminta Wakil PM Shen agar setiap kementerian meningkatkan daya tanggap dan menstabilkan pasokan komoditas, harga barang dan pasar keuangan,” kata PM Su.

Lou Bing-cheng mengatakan, Dewan Keamanan Nasional (NSC) membentuk tim tanggap situasi Ukraina, pemerintah setiap instansi akan memantau situasi perkembangan ini dan siap siaga. Luo mengatakan, perang menyebabkan gejolak pasar internasional, apabila terjadi situasi tidak wajar, maka pemerintah menghormati mekanisme pasar; jika perlu ada tindakan maka akan ditangani sesuai dengan standar mekanisme yang ada.

Sementara itu, Wamenko Chen Cheng-chi mengutarakan, ada sebagian gas alam yang diimpor dari Rusia, masa kontrak habis pada bulan Maret, setelah diinventarisir, telah memantau kondisi rantai pasokan Rusia-Ukraina, Kemenko akan terus memantau dan hingga saat ini masih terkendali. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.