METRUM
Jelajah Komunitas

Persaingan Semakin Ketat, Persib Atur ‘Recovery’ Pemain

KEMENANGAN atas Persiraja Banda Aceh pada pertandingan ke-28 Liga 1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (5/3/2022) malam, membuat Maung Bandung terus menjaga peluang juara. Kini, Persib menempel ketat Bali United di puncak klasemen.

Kemenangan 3-1 itu membuat Persib mengumpulkan 60 angka, hasil dari 18 kali menang, 6 kali imbang, dan 5 kali kalah. Poin Persib beda 3 angka dengan Bali United (63) yang berada di peringkat pertama, setelah Minggu (6/3) malam Laskar Serdadu Tridatu unggul 2-1 atas Persija Jakarta.

Setelah menghadapi Laskar Rencong, Persib langsung bersiap untuk menjalani pertandingan selanjutnya. Mereka akan dijamu Arema FC, Selasa (8/3/2022) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Laga nanti bakal menjadi penentu langkah Marc Klok dan kawan-kawan di kompetisi musim ini.

Pelatih Persib Robert Alberts mengatakan, pertandingan melawan Persiraja berlangsung sangat menarik karena tim tersebut mengubah cara permainan mereka sehingga sempat membuat pemain Persib kesulitan.

Hujan deras yang mengguyur lapangan juga membuat pemain kedua tim kesulitan untuk mengontrol bola. Namun, pada akhirnya Persib bisa kembali meraih poin penuh untuk tetap berada di jalur juara.

“Mereka juga bisa mencetak gol cukup cepat setelah kami mencetak gol pembuka. Namun, dalam hal dominasi dan situasi bahaya yang diberikan, kami lebih unggul. Seharusnya kami bisa mencetak gol lebih banyak dan membuat menjadi lebih mudah,” tutur Robert, saat konferensi pers virtual sesuai pertandingan.

Pada pertandingan itu, Persib memang berhati-hati dalam memilih komposisi pemain yang diturunkan. Hal itu karena ada tujuh pemain yang berpotensi absen di laga selanjutnya akibat terkena akumulasi kartu. Tentunya jika ada pemain yang terkena akumulasi, akan menjadi kerugian untuk Persib yang di pertandingan selanjutnya bakal melawan Arema FC yang menjadi salah satu laga penentu.

BACA JUGA:  Penundaan Kompetisi, Sepakbola Indonesia Bagai Mati Suri!

“Pertimbangan kami ialah bagaimana pemain tidak mendapatkan hukuman. Karena itu, beberapa pemain tidak dipasang dari awal dan beberapa pemain ditarik keluar. Melihat kondisi lapangan yang berat dan hanya ada waktu jeda selama tiga hari, kami harus berusaha membuat pemain siap di pertandingan berikutnya,” tuturnya.

Dihentikannya pertandingan lebih cepat karena kondisi hujan deras merupakan langkah yang tepat. Hal itu juga menyangkut keselamatan semua orang yang berada di lapangan.

“Saya ucapkan selamat juga untuk wasit dan perangkat pertandingan. Tidak mudah untuk mengendalikan laga ini dengan situasi seperti tadi. Namun, dia mengendalikan dengan baik. Sejauh ini, ini perangkat pertandingan terbaik di liga yang memimpin jalannya laga kami,” ujarnya.

Dampak bermain di bawah guyuran hujan yang sangat lebat memang sangat dirasakan para pemain dari kedua tim. Apalagi, mereka bermain sangat larut dan berakhir di tengah malam.

“Seperti yang tadi saya katakan mengenai recovery, kondisi lapangan yang berat, itu juga yang membuat Henhen harus ditarik keluar lapangan karena keram. Yang terpenting, pemain bisa segera melakukan pemulihan kondisi. Ini kondisinya sama seperti ketika kami bertanding melawan Lamongan. Ketika memainkan laga berikutnya, pemain sangat kelelahan,” tuturnya.

Robert mengatakan, jajaran pelatih akan berusaha maksimal menjaga kondisi pemain khususnya untuk pemulihan di tengah-tengah padatnya sisa jadwal pertandingan.

“Kami melakukan segalanya untuk membuat pemain melakukan recovery, tapi tentu situasinya sulit. Kami berusaha melakukan yang terbaik dan kita lihat sejauh mana bisa melaju,” ujarnya. (M1-Irfan S/”PR”, 7/3/2022)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.