METRUM
Jelajah Komunitas

Plagiarisme Foto Produk, Rugikan Banyak Pihak

SAAT ini, sering terjadi kasus plagiarisme foto produk di beberapa e-commerce. Menjamurnya kasus plagiat ini karena banyak pebisnis daring yang tidak paham dan menganggap remeh fenomena plagiarisme foto produk. Padahal, plagiarisme tentunya bakal merugikan banyak pihak.

Owners Blues Sandals Indonesia, Herwan Sumadipura (Foto: Reida Pasgara).*

“Pernah ngga sih lihat di situs jual beli online, foto produknya sama, caption sama, tetapi lucunya, harganya beda dan penjual lapaknya juga beda. Saya gerah melihat fenomena ini. Foto produk saya pun pernah dicomot orang lain. Ini jelas kan merugikan orang lain,” ujar Herwan Sumadipura, wirausahawan muda, saat memberikan materi “Stop Plagiat Foto Produk”, Sabtu 2 Februari 2019 di Pixto Creative Studio, Jl. Burangrang No.15, Kota Bandung.

Kegiatan yang digagas Gubuk Komunikasi (GK) berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Barat ini, diikuti 53 peserta pebisnis daring yang antusias mengikuti pelatihan dan simulasi dari awal hingga akhir.

Owner Evolvere, Santi Purnamasari (Foto: Reida Pasgara).*

Dalam kegiatan pelatihan dan simulasi ini, peserta langsung belajar mempraktikkan bagaimana memotret objek produk, membuat caption (deskripsi) foto yang baik hingga dapat mendorong konsumen untuk membelinya.

“Senang sekali bisa ikut pelatihan ini, karena kan selama ini kita ga tahu bagaimana cara membuat foto produk yang baik untuk mempromosikan produk-produk yang akan kita jual di online. Di sini saya langsung praktik dipandu oleh para pemateri yang ahli di bidangnya,” ungkap Diana, salah seorang peserta yang juga mahasiswa Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (Unibi) Bandung.

Peserta lainnya, Indira Dewi, Humas Sindang Reret, mengaku banyak mendapat ilmu dan pengalaman berharga dari para pemateri yang sebagian besar praktisi. “Ga rugi sama sekali ngikutin acara ini. Kita jadi tahu mana foto produk yang plagiat atau yang asli. Apalagi banyak doorprize jadi ngebuat kita peserta semangat,” ujar Indira.

BACA JUGA:  Prodi Ilmu Komunikasi Unla Dorong Mahasiswa Melek Teknologi Komunikasi Digital

Direktur Program GK Shendy H Hendarlin mengungkapkan, pelatihan ini berangkat dari keresahan semakin maraknya fenomena plagiarisme foto produk di dunia maya, khususnya bisnis online (e-commerce). Maraknya plagiat foto produk bagi para pebisnis di dunia maya saat ini seakan menjadi hal yang wajar.

Padahal, kegiatan ini sangat merugikan karena dengan foto produk yang sama namun dibanderol dengan harga berbeda. Ujung-ujungnya terjadi saling klaim antara pebisnis, bahkan tidak jarang menjadi ajang menjatuhkan karena persaingan usaha. Selain itu, plagiat foto produk sangat membingungkan bagi calon konsumen.

“Dari sisi etika bisnis, kegiatan plagiarisme foto produk sangat merugikan berbagai pihak. Tidak hanya orang atau produsen yang merasa fotonya diplagiat, tetapi juga bagi pelaku plagiarisme itu sendiri akan jatuh harga diri dan reputasinya di mata konsumen dan produsen lainnya,” ujar Shendy.

Menurut Shendi, etika bisnis yang baik itu harus dibangun sejak para pengusaha merintis bisnisnya. Terlebih di dunia maya, mudah sekali orang-orang tidak bertanggung jawab melakukan tindakan yang kurang etis, seperti plagiarisme foto produk, mengambil keuntungan dari orang lain tanpa mengindahkan etika.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Barat, Ahmad Nada mengungkapkan, bahwa kegiatan kolaborasi Gubuk Komunikasi dan ISKI Jabar ini menyasar kaum milenial. “Bahasan ISKI tidak selalu permasalahan lingkup ilmu komunikasi yang serius, dibahas dalam forum formal semisal seminar. Tapi kita juga menyasar hal-hal yang praktis dan renyah diterima kalangan anak-anak muda,” kata Nada.

This image has an empty alt attribute; its file name is 2c5fa396-589b-4b5e-97d6-b8d05d81047e.jpg
Sekjen ISKI Jabar, Ahmad Nada (Foto: Reida Pasgara).*

Nada menambahkan, ISKI Jabar saat ini rutin mengadakan acara bulanan untuk menambah wawasan dan cakrawala berpikir, sehingga menambah benefit bagi anggotanya. Mulai dari diskusi, FGD, workshop, hingga seminar nasional.

BACA JUGA:  Berjalan 37 Titik, Penataan Kabel Udara Libatkan Aspirasi Masyarakat

Kegiatan pelatihan dan simulasi yang didukung oleh Bukalapak, Pixto Creative Studio, Natasha Skin Care, Mr. Goat Coffe, IKA Fikom Unisba, Otto Service dan Metrum Streaming Radio ini, diharapkan mampu menekan plagiarisme di dunia bisnis online khususnya e-commerce.

Pemateri yang mengisi dalam kegiatan ini adalah Slamet Parsono (Ex Jurnalis MNC Group dan Dosen Ilmu Komunikasi); Herwan H Sumadipura (Ketua Bidang Bisnis ISKI Jabar, Pemilik Blues Sandals Indonesia); Bayu Rizky Prahadian (Video Editor Bukalapak); Santi Purnamasari (Owner Evolvere); dan Andry M Ramdhan (Dosen Ilmu Komunikasi Telkom University). Acara ini dipandu penyiar RRI Bandung Abot Agus Gunawan.(M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.