Radio Taiwan Internasional dan Metrum Menjalin Kerja Sama
RADIO Taiwan Internasional (Rti) menandatangani Letter of Intent (LOI) bersama dengan media digital multi platform asal Bandung, Metrum pada Minggu (4/6/2023) di Hotel Yello, Gambir, Jakarta Pusat. Penandatanganan dilakukan Direktur Metrum, Nada Ahmad dan Chairperson Rti, Cheryl Lai di tengah rangkaian acara Temu Pendengar Rti.
Dalam sambutannya, Nada menuturkan bahwa ia berharap kerja sama dengan radio Taiwan itu dapat membawa hubungan yang semakin erat antara Indonesia dengan Taiwan, serta dapat semakin menyebar luaskan informasi mengenai kedua negara melalui kedua media itu.

“Senang sekali dapat bekerja sama. Saya harap dengan adanya kerja sama ini akan semakin memperluas informasi antar kedua negara dan kebaikan yang akan kita lakukan ke depannya,” ujar Nada.
Menurut Nada, Metrum sudah dikontak lama oleh Rti sejak 2020 awal untuk melakukan kerjasama, namun terkendala dengan datangnya pandemi Covid-19. “Terima kasih kepada Radio Taiwan International yang memberikan kepercayaan kepada Metrum Radio sebagai rekanan untuk kebaikan bersama.”
Nada bercerita, ia mengenal radio sejak kecil dan pernah tergabung dalam klub pendengar acara/lagu anak di salah-satu radio di Kota Bandung. Namun terhubung dengan komunitas pendengar radio di Indonesia setelah berkenalan dengan Kang Kin Sanubary seorang pendengar dan pemerhati radio, sekaligus kolektor media lawas, khususnya media cetak/print.
Nada menambahkan, Metrum adalah media yang konsen meliterasi anak muda. Metrum telah mendukung komunitas lokal mengembangkan dan mengelola acara radio sendiri secara mandiri, termasuk menulis naskah siaran dan menjadi host siaran.
Kedua belah pihak disebut akan terus membahas detail dan pertukaran program pada masa mendatang agar masyarakat Taiwan dapat semakin mengenal Indonesia, dan juga sebaliknya, masyarakat Indonesia dapat mengetahui lebih dalam mengenai Taiwan.
Sementara Cheryl Lai dalam gilirannya mengatakan bahwa dirinya berharap agar stasiunnya dapat terus menyebarkan suara perdamaian, di tengah situasi dunia yang sedang bergejolak dengan banyaknya konflik di luar sana.
Melalui kerja sama tersebut, Cheryl Lai berharap dapat merekatkan hubungan emosional, guna menyuarakan perdamaian.
“Stasiun RTI sudah seharusnya menyebarkan suara perdamaian. Ada banyak tempat di dunia saat ini yang mulai kehilangan rasa perdamaian. Namun demikian, perdamaian dapat tercipta kembali melalui pertukaran yang menghubungkan emosional antar umat manusia,” tuturnya.
Di penghujung acara, dalam menanggapi acara Temu Pendengar yang dihadiri oleh puluhan audiens yang terdiri dari lintas usia, Sekretaris Utama Taipei Economic and Trade Office (TETO), Yang Chun Yeh sangat terkesan dengan antusiasme para audiens di acara tersebut.

Menurutnya, ia sangat menantikan kehadiran dari para pendengar RTI di Indonesia untuk berkunjung ke Taiwan. “Walaupun saya mengetahui banyak persyaratan. Tidak mudah untuk visa Taiwan. Akan ada perubahan pengajuan visa di Taiwan. Anda semua diundang ke TETO untuk jamuan teh supaya bisa bertukar pikiran dan pendapat,” ujar Yang.
Dalam kesempatan tersebut, Yang Chun Yeh menawarkan layanan dan bantuan maksimalnya untuk mempermudah para pendengar RTI berkunjung ke negaranya, dan mendapatkan informasi mengenai beasiswa hingga promosi perjalanan ke Taiwan. (Rhaka Katresna/Metrum)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.