METRUM
Jelajah Komunitas

Rilis Single Ketiga “Kapang”, Zio Sandi Mantap Lebarkan Sayap Sebagai Songwriter Muda Berbakat

SLEMAN (METRUM) – Panggung musik Pop Jawa kembali kedatangan darah segar yang siap mencuri perhatian Gen Z. Zio Sandi, penyanyi muda berbakat asal Sleman, Yogyakarta, resmi merilis single ketiganya yang berjudul “Kapang”.

Ada yang spesial dari peluncuran lagu terbaru ini. Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, “Kapang” menandai babak baru perjalanan karier Zio sebagai pencipta lagu (songwriter) untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, musisi muda yang juga aktif sebagai pemain sepak bola junior PSS Sleman ini sukses mencuri perhatian publik lewat dua single awal miliknya, yakni “Turah Wani” dan “Wuyung”. Konsistensi ini semakin memperkuat identitas Zio sebagai representasi regional pride anak muda daerah yang sukses menembus pasar remaja nasional berkat karakter vokal khasnya yang kerap disandingkan dengan Denny Caknan.

Kisah Rindu Khas Remaja: “Seminggu Ora Ketemu, Rasane Koyo Sewindu”

Kata “Kapang” sendiri dalam bahasa Jawa berarti rindu. Namun, Zio memberikan sentuhan personal lewat singkatan unik untuk judul lagunya, yaitu kepanjangan dari “Kangen Paras Endahmu, Sayang.”

Lagu ini menyoroti fase emosional remaja yang tengah dimabuk rindu akibat LDR atau belum bisa berjumpa. Melalui lirik yang sederhana namun sangat relatable, Zio mengekspresikan betapa dahsyatnya efek rindu: makan jadi tidak selera, bercanda pun urung tertawa, hingga hari-hari terasa sepi hanya karena seminggu tak bersua.

“Duh dek, seminggu ora ketemu. Rasane koyo sewindu,” begitu petikan lirik yang merekam kegalauan mendalam khas anak muda.

Puncak emosi lagu ini tertuang pada bagian reff, di mana sang tokoh hanya memanjatkan harapan sederhana agar diberikan waktu sekejap saja demi mengobati rasa rindu pada senyum, suara, hingga genggaman tangan pujaan hati.

BACA JUGA:  Humidumi Kisahkan Perjalanan Hidup di EP “Nodus Tollens”

Merajut Rangkaian Cerita Cinta Remaja

Kehadiran “Kapang” sekaligus melengkapi trilogi kisah cinta remaja yang dirintis Zio Sandi dalam karya-karyanya:

  • Turah Wani, Berani memperjuangkan pasangan.
  • Wuyung, Menggambarkan manisnya jatuh cinta pertama di sekolah.
  • Kapang, Fase pendalaman makna rindu akan kehadiran seseorang.

Dengan latar belakang uniknya sebagai atlet lapangan hijau sekaligus musisi, Zio membuktikan bahwa kultur lokal dan bahasa daerah mampu dikemas secara kontemporer, segar, dan sangat dekat dengan keseharian generasi masa kini.

Bagi kamu yang sedang merasakan rindu mendalam dan ingin menjadikannya kode buat si dia, single “Kapang” sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.