Selama Liga, Pemain Wajib Disiplin Prokes
JAKARTA – Pemain menjadi bagian penting dalam keberhasilan penerapan protokol kesehatan selama masa kompetisi Liga 1 2021-2022 yang akan berlangsung. Pemantauan protokol kesehatan khusus pemain akan dibuat melalui sistem. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita dalam diskusi kerja sama Pikiran Rakyat, PRFM, dan Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 secara daring, Kamis (5/8/ 2021).
Jika pemain tidak mematuhi sistem, hal tersebut akan menimbulkan risiko besar. Dampaknya, bisa berpotensi terjadinya penundaan kembali saat ada pemain yang terpapar Covid-19.
”Kalau bisa, semua insan sepak bola menjadi duta untuk menerapkan protokol kesehatan, mau ada pertandingan atau tidak. Karena ini akan berpengaruh dengan kondisi Indonesia saat ini. Jangan abai, karena pada saat terpapar, tentu bisa menularkan ke yang lain dan akhirnya bisa jadi klaster,” tuturnya.
Dia menambahkan, semua pihak kini harus bekerja keras agar liga bisa kembali berjalan. Untuk itu, semua yang terlibat di kompetisi harus disiplin menerapkan protokol kesehatan termasuk saat pertandingan nanti.
“Mohon maaf akan kami terapkan semikarantina. Jangan sampai, nanti ada pemain yang coba-coba keluar area karantina dan mengakibatkan paparan,” ujarnya.
Pihaknya mengaku akan menempatkan tim di setiap penginapan pemain, termasuk akan memantau melalui sistem yang nanti akan dibuat Satgas Covid-19 LIB. Tim Satgas ini akan berisikan tim dokter dan tim administrasi yang memantau kegiatan pemain dan ofisial sebelum dan atau saat tidak bertanding. Mengingat area yang paling rawan adalah sebelum masuk stadion.
Mengenai sanksi yang kemungkinan bisa diterapkan kepada pemain jika ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan, Hadian mengatakan bahwa itu salah satu hal yang sedang dibahas. Satgas yang akan membuat peraturannya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal APPI Hardika Aji mengatakan, sebenarnya penerapan protokol kesehatan pada saat Piala Menpora April 2021 lalu bisa menjadi tolak ukur. Namun, jika belum cukup, maka bisa diperketat. LIB pun harus bisa memberikan pemahaman kepada klub dan pemain jika kompetisi saat ini digelar dalam situasi yang tidak ideal.
”Jadi, mohon mengikuti aturan yang ada, apalagi kompetisi ini jenjangnya lebih lama dari pada turnamen Piala Menpora. Karena perlu diperhatikan bisa saja ada peningkatan kasus jika pemain tidak taat, dan bisa-bisa dihentikan lagi liganya. Pandangan-pandangan itu yang harus diberikan,” ucapnya.
Menurut dia, LIB harus bisa menunjukkan bahwa aturan ketat yang berlaku nanti akan menjadi pekerjaan rumah bagi semua. Agar pemain yakin ini berlaku untuk semua.
”Tapi, tentu nanti, teknisnya, tiap klub punya penanggung jawab yang diperbolehkan untuk keluar masuk bubble untuk mencari kebutuhan pemain. Untuk aturan ketat, saya kira seharusnya pemain paham,” kata Aji. (M1-PR, 6/8/2021)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.