METRUM
Jelajah Komunitas

Sentil Ketimpangan Sosial, Grup Musik OpCritical Rilis Single Ketujuh “Guillotine”

PROYEK musik OpCritical kembali menyuarakan kritik terhadap kondisi krisis yang tengah melanda Amerika Serikat dan dunia. Lewat karya musik, lirik, serta video visualnya, OpCritical memosisikan diri sebagai cermin dari ancaman nyata yang siap menghancurkan segalanya jika tidak ada perlawanan dari rakyat. Identitas para personel tak jadi fokus utama, sebab pesan dalam lagu adalah inti yang ingin disampaikan: membakar semangat masyarakat agar bangkit membela hak-hak dasar mereka.

Pada tahun 2026 ini, OpCritical resmi meluncurkan single ketujuhnya yang diberi judul “Guillotine”. Lagu ini hadir sebagai pengingat sejarah tentang Revolusi Prancis, di mana raja, ratu, dan elite politik memamerkan kekayaan serta ketakserakahan mereka saat rakyat kecil diperas pajak, kelaparan, dan ditindas. Puncaknya, rakyat membakar barikade, memegang obor serta garpu rumput, dan menyeret para penguasa korup tersebut ke alat pemenggal kepala, gilotin.

Secara musikalitas, “Guillotine” mengawinkan energi musik rock dengan alternative pop, dibalut orkestrasi sinematik yang memberikan nuansa megah dan epik. Kombinasi ini dirancang untuk membakar emosi pendengar seolah-olah membawa mereka langsung ke jalanan Revolusi Prancis.

“Sejarah harus diingat agar kesalahan masa lalu tidak terulang kembali,” tegas OpCritical. “Hari ini, jurang pemisah antara kaum oligarki dan rakyat jelata bahkan jauh lebih parah daripada saat Revolusi Prancis, dan harus ada hal yang berubah.”

Sebagai respons atas ancaman yang dihadapi Amerika Serikat saat ini, OpCritical berkomitmen akan terus merilis lagu dan video musik baru secara berkala hingga situasi membaik. (M1)***

komentar

BACA JUGA:  Animator Indonesia Rini Sugianto Garap Avatar Shawn Mendes dan Justin Bieber

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.