METRUM
Jelajah Komunitas

Serangan Kwaremont Antar Pogacar Hattrick, Rival Kalah Strategi

DOMINASI Tadej Pogacar kembali tak terbendung di ajang Tour of Flanders edisi ke-110 yang digelar di Belgia, Senin (6/4/2026) WIB. Pembalap nomor satu dunia asal Slovenia itu sukses mempertahankan gelarnya sekaligus mengoleksi kemenangan ketiga sepanjang kariernya (2023, 2025, 2026).

Capaian tersebut menempatkan Pogacar sejajar dengan rival utamanya, Mathieu van der Poel, yang juga telah mengantongi tiga gelar di balapan klasik bergengsi ini. Sebelumnya, hanya segelintir legenda seperti Tom Boonen dan Fabian Cancellara yang mampu mencatatkan rekor serupa.

Seperti tahun lalu, Pogacar kembali memaksimalkan kekuatan di tanjakan legendaris Oude Kwaremont—rute berbatu sepanjang sekitar satu kilometer yang dilalui tiga kali. Serangan penentu dilancarkan pada lap kedua, saat ia melakukan solo break dan mulai meninggalkan pesaing-pesaing berat.

Nama-nama seperti Wout van Aert dan Remco Evenepoel tak mampu mengimbangi akselerasinya. Hanya Van der Poel yang sempat bertahan. Namun, pada tanjakan terakhir Kwaremont, pembalap Belanda itu mulai tertinggal hingga 12 detik—jarak yang terus melebar hingga finis.

Pogacar melesat sendirian di 10 kilometer terakhir dan memastikan kemenangan dengan waktu 6 jam 20 menit 7 detik. Van der Poel harus puas di posisi kedua terpaut 24 detik, sementara Evenepoel finis ketiga dengan selisih 1 menit 11 detik.

Kesalahan Taktik Jadi Penentu

Kekalahan Van der Poel menuai sorotan tajam dari legenda balap Prancis, Bernard Hinault. Peraih lima gelar Tour de France itu menilai ada kesalahan strategi krusial yang dilakukan Van der Poel saat menempel Pogacar di lap kedua.

Menurut Hinault, Van der Poel seharusnya tidak ikut bergantian menarik di jalur datar sepanjang 10 kilometer setelah tanjakan. Langkah tersebut justru menguntungkan Pogacar, yang dikenal lebih kuat di tanjakan berikutnya.

BACA JUGA:  2011, Tahun Kebangkitan Komunitas Sepeda dan Gerakan Lingkungan

“Seharusnya Pogacar dibiarkan bekerja sendiri di depan. Dengan begitu, Evenepoel punya peluang untuk kembali menyusul dan balapan bisa berakhir dengan sprint tiga pembalap,” ujar Hinault.

Alih-alih melemahkan rival, bantuan Van der Poel di jalur datar justru menjadi “hadiah” bagi Pogacar. Pada tanjakan terakhir Kwaremont, pembalap Slovenia itu dengan mudah kembali menjauh dan tak terkejar hingga garis finis.

Hinault menilai Pogacar sangat cerdik membaca situasi. Ia sadar bahwa membawa Van der Poel dan Evenepoel ke finis dalam kondisi bersama akan berisiko kalah dalam adu sprint.

Kekalahan ini menjadi pelajaran mahal bagi Van der Poel. Tanpa strategi yang lebih disiplin dan taktis, peluang menumbangkan Pogacar di balapan klasik tampaknya akan semakin sulit.

Hasil Akhir Tour of Flanders 2026 (278 km):

  1. Tadej Pogacar – 6:20:07
  2. Mathieu van der Poel – +24 detik
  3. Remco Evenepoel – +1:11
  4. Wout van Aert – +2:04
  5. Mads Pedersen – +2:48. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.