METRUM
Jelajah Komunitas

2017, Gaung Gerakan Bersepeda di Hari Jumat

Gerakan Bersepeda di Kota Bandung dari Masa ke Masa (bagian 9)

TRADISI gowes hari Jumat di Bandung bukan fenomena baru. Ia tumbuh seiring tren bersepeda yang menguat di tengah masyarakat. Komunitas Bike to Work (B2W) Bandung—yang berdiri sejak 2007—menjadikan Jumat sebagai momen berkumpul di Taman Cikapayang. Dari sekadar silaturahmi hingga diskusi santai, aktivitas ini kerap berlanjut selepas magrib dengan gobar malam: berkeliling kota atau berburu kuliner.

Di sisi lain, sejak 2013, denyut yang sama juga hidup di lingkungan DISPORA Kota Bandung. Melalui komunitas Roda DISPORA—yang dihuni para “wini sepuh”, pensiunan hingga purnawirawan—semangat bersepeda tetap menyala. Setiap Jumat, mereka berkumpul di halaman kantor, lalu melaju bersama menyusuri jalanan kota. Usia boleh senior, tapi daya jelajah dan konsistensi mereka di atas sepeda tak kalah dari generasi muda.

Kegiatan “Jumat Bersepeda” Roda Dispora tetap bertahan hingga sekarang, namun selama itu terlihat seperti kegiatan bersepeda biasa sehingga kurang menggema sebagai sebuah gerakan dan luput dari perhatian masyarakat luas.

Pada 2017, gerakan itu naik level. Bandung Eco Transport (BET) menggagas agenda rutin bersepeda setiap Jumat. Awalnya mengusung tajuk “Jumat Bersepeda: Katakan Cinta dengan Bersepeda”, sebelum berevolusi menjadi Boseh (Bike on the Street Everybody Happy) Jumat—lebih ringkas, lebih membumi, dan mudah diingat.

Bukan sekadar gowes bareng, BET menyuntikkan konsep tematis dengan misi yang jelas: membangun budaya bersepeda sebagai bagian dari keseharian. Narasi seperti #biketowork, #biketocampus, #biketoschool, hingga #biketokamanawae digaungkan secara konsisten, menjadikan sepeda bukan hanya alat rekreasi, tapi juga pilihan mobilitas.

Didukung kolaborasi lintas komunitas, kemitraan dengan berbagai pihak, serta penguatan di lini media, gerakan BJ BET menjelma menjadi resonansi yang luas. Gaungnya tak berhenti di Bandung—ia merambat ke level regional hingga nasional, menginspirasi semakin banyak orang untuk kembali ke sepeda sebagai gaya hidup dan solusi kota.

BJ BET perdana dilaksanakan pada Jumat minggu ketiga bulan Januari. Taman Veteran atau Taman Lilin menjadi tempat start tetap, sementara tempat finish selalu berbeda setiap minggunya tergantung kerjasama yang terjalin, seperti taman tematis, perkantoran, hotel, toko outdoor sport, cafe dan institusi pendidikan.

Awal tahun pun tak kalah semarak. Pada Januari, Earth Hour Bandung bersama FBI menggelar “Gowes For Book”, sekaligus menyambut rombongan pesepeda Zero to Zero Bogor–Bandung yang finis di Jalan Asia Afrika (titik KM 0) dan Taman Pramuka Bandung. Momentum ini menjadi bukti bahwa denyut komunitas sepeda di Bandung tak pernah benar-benar padam—ia terus bergerak, dari aksi sosial hingga perjalanan lintas kota.

BACA JUGA:  Giro d’Italia 2025: Del Toro Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Di saat yang sama, Pemerintah Kota Bandung mulai memperkuat sisi infrastruktur. Melalui Dinas Perhubungan, sejumlah fasilitas ramah pesepeda dibangun, salah satunya bike table stand yang kini hadir di Taman Batu Balai Kota Bandung, kawasan Jalan Martadinata, hingga area Alun-Alun Bandung—memberi ruang jeda sekaligus dukungan nyata bagi budaya bersepeda yang terus tumbuh.

Pada Februari, sejumlah pesepeda ikut dalam kegiatan kampanye aktivasi trotoar bertema “Katakan Cinta dengan Jalan Kaki” oleh BET di pedestrian depan De’ Paviljoen Hotel Jalan Martadinata.

Sepanjang hampir dua pekan di bulan Maret, denyut gerakan sepeda di Bandung terasa makin konkret. Sejumlah komunitas mengirimkan perwakilannya untuk turun langsung dalam tim distribusi sepeda hibah CSR Pertamina ke beberapa SMP di kota ini, berkolaborasi dengan Bandung Eco Transport (BET) dan Dinas Perhubungan. Bukan sekadar menyerahkan bantuan, mereka juga menyelipkan semangat—mendorong pelajar menjadikan sepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Memasuki April, BET melangkah lebih jauh dengan meluncurkan program Wisata Sepeda. Edisi perdananya mengajak keluarga pejabat Pertamina pusat dari Jakarta untuk berkeliling kota, menyusuri dan mengenal ikon-ikon khas Bandung dari atas sadel.

Di momentum berbeda, NGN menghadirkan Gowes Chantique #5 dalam rangka Hari Kartini. Kegiatannya tak melulu gowes bersama—ada sesi Yoga for Goweser hingga talk show gaya hidup sehat yang digarap bersama komunitas seperti GBB, BBJ, dan Beib. Sebuah paket lengkap: olahraga, edukasi, sekaligus perayaan gaya hidup aktif di tengah kota.

Memasuki Mei, BET kembali malakukan bersepeda jarak jauh dalam rangka kampanye gerakan bersepeda dan lingkungan, kali ini EcoTransport 500km Bandung-Solo yang dilepas di Plaza Balai Kota oleh Kadispora Kota Bandung dan dihadiri pesepeda lintas komunitas dan media.

Perayaan ulang tahun ke-6 FBI di Taman Pramuka Bandung berlangsung hangat sekaligus penuh energi. Bukan sekadar seremoni, acara ini diisi gobar, berkemah, sesi testimoni para pendiri, hingga momen reflektif mengenang para federalist yang telah berpulang—ditutup dengan panggung hiburan yang mengikat kebersamaan.

Di waktu yang sama, sebagian pesepeda ikut ambil peran dalam produksi video kampanye serta peluncuran aplikasi Hayu Angkot oleh Dinas Perhubungan—menandai keterlibatan komunitas dalam mendorong mobilitas kota yang lebih terintegrasi.

BACA JUGA:  INDIE-GO Majalaya, Lahir dari Sesama Pekerja Pesepeda

Sementara itu, B2C Bandung menggerakkan program Boseh to Wisuda dengan rute menyambangi sejumlah kampus besar: Boseh to Wisuda Piksi Ganesha di Sabuga, kawasan UTAMA di Cikutra, hingga Universitas Pendidikan Indonesia di Setiabudi—menghadirkan warna berbeda di tengah euforia kelulusan mahasiswa.

Ramadan menjadi panggung lain bagi komunitas sepeda Bandung untuk bergerak lebih dari sekadar mengayuh. B2W Bandung menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama yang dibalut tausiah dari Ustaz Amri di Malaka Hotel Bandung—menguatkan sisi spiritual di tengah kebersamaan komunitas.

Suasana lintas komunitas terasa dalam agenda bukber para pesepeda. Gasibu Mountain Bike (GMB) memilih Warlos sebagai titik temu, sementara komunitas Nenek Malik menggelarnya di kawasan Simpang, Dago—menjadikan Ramadan sebagai ruang temu yang cair dan inklusif.

Di sisi lain, B2C Bandung merayakan hari jadinya yang ke-7 lewat program Bike & Charity di Panti Asuhan Bani Solihin, Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, sebelum ditutup dengan bukber di Lidi Padi Café.

Sementara itu, FBI memilih jalur aksi sosial dengan menggelar Bike Charity—mendistribusikan makanan untuk anak-anak di LP Sukamiskin. Ramadan pun tak hanya soal menahan lapar, tapi juga mengayuh kepedulian di jalanan kota.

Memasuki Juli, sejumlah pesepeda mengikuti kegiatan Intip Disiplin ATCS Bandung, dan GPS progam “Bandung Bukan Tempat Sampah” oleh Cleanaction di Taman Alun – alun.

BET, B2W dan B2C Bandung menjadi narsum dan peserta dalam workshop Inovasi Data Bebas Macet oleh DSI & HIVOS. BET menggelar gerakan Bandung Nigth Ride (Bandung NR) setiap Rabu malam dengan konsep dan misi visi seperti gerakan Boseh Jumat.

Gerakan Indonesia Bersepeda bersama Subcyclist Surabaya dilaksanakan dalam moment Bandung West Java Ngagowes oleh NGN di Gesat. Usai gobar kampanye gerakan bersepeda tertib dan beretika, mereka sharing session di ruang pertemuan dishub. FBI dan B2C menjadi tim marshall kegiatan Bandung West Java Marathon.

Layanan sewa sepeda publik pertama di Kota Bandung yang bertujuan memfasilitasi transportasi jarak pendek, Boseh Bike Share resmi diluncurkan dan mulai beroperasi oleh Dishub.

Di Agustus, GPS pesepeda dalam kegiatan Bike Camp Cook Kemerdekaan di Situ Cisanti, Kab. Bandung. BET melaksanakan gerakan Indonesia Bersepeda di Kota Solo bersama pargiat sepeda (Solo Ngepit) dan lingkungan (Kota Kita) serta pesepeda dari Kota Semarang.

Dalam momentum Karnaval Kemerdekaan, BET dan pesepeda bersama Cleanaction melakukan GPS sepanjang Jalan Diponogoro hingga Jalan Merdeka. Diakhir Agustus, B2W menyelenggarakan B2W Day dari Taman Pramuka menuju Gesat sebagai tempat kegiatan.

BACA JUGA:  Bandung On Bike 2026: Ribuan Pesepeda Siap Padati Kota, Dari Gaya Hidup Sehat hingga Misi Lingkungan

Pada September, bersama Cleanaction sejumlah pesepeda lintas komunitas menyambut lepas pesepeda peserta Jelajah Nusantara 2017 di Terusan Pasteur.

PSBB Divisi Military Corp. menggelar perhelatan cukup besar bertajuk Bandung Pedal Power Momentum di GOR Sport Jabar Arcamanik, menghadirkan beberapa komunitas dengan ragam genre seperti MTB, Seli, low rider, Sepeda Trail, dan BMX dengan rangkaian acara gobar, testimony, klitikan, dan stand komunitas. Kegiatan tersebut melahirkan Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda Bandung Raya (FKKPBR) atau FBR 2017 tapi hanya sekedar WA grup yang beberap berisi komunitas sepeda saja.

Wisata sepeda kembali digelar BET yang kali ini mendampingi para tamu Crowne Hotel. BET kemudian melakukan sosialisasi dan promo Yellow Bike untuk wisata sepeda di Braga City Mall pada Oktober yang pada awal bulan ini gelaran Bike to Batik dilaksanakan oleh banyak pihak.

GBB sebagai tim marshall pesepeda bersama tim relawan Cleanaction melakukan GPS di kegiatan West Java Eco Marathon di Pangalengan, Kab. Bandung. Wisata sepeda BET kali ini mendampingi para manager dan jajaran beserta keluarga Indonesia Power Pusat Jakarta.

Pada bulan Nopember, FBI dan B2C menjadi marshall Gowes Unpad DU. Perhelatan Bandung 1.000 Sepeda #2 digelar dari CRS ke Terminal Leuwi Panjang.

Memasuki Desember, BET menggulirkan program Sepeda untuk Teman dan bersama B2C menjadi pemantik dalam Diskusi Agora bertajuk Bergerak tak Berasap di Spasial Café.

Salah seorang anggota B2C, melalui program gerakan bersepeda berhasil menjadi salah satu Pemuda Pelopor 2017 oleh Dispora. FBI bersama Rumah Zakat kampanye Bandung Melawan Korupsi dan melakukan GPS di CFD Dago.

Gerakan Bersepeda menjadi salah satu materi utama dalam The Urban Sosial Forum (USF) #5 yang mengusung tema “another city Is possible” di SMA Negeri 3 Jalan Belitung, Kota Bandung.

Sejumlah pesepeda hadir dalam peluncuran sepeda listrik, O Bike oleh Dishub di Taman Sejarah, Balai Kota.

Mari #biketokamanawae, setidaknya untuk jarak dekat, tetap bersepeda secara bijak, tertib, dan beretika karena bersepeda membawa kebaikan. Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, “Bersepeda itu Baik /Beib”, Spirit membangun budaya bersepeda).*** (Bersambung)

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.