METRUM
Jelajah Komunitas

Sharing Session Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unla Soroti Childhood Trauma dan PTSD

Dorong Generasi Muda Lebih Peduli Kesehatan Mental

KOTA BANDUNG (METRUM) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana (UNLA) menggelar kegiatan Sharing Session: Mind Matters Forum bertema “Childhood Trauma, PTSD, dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental” pada Jumat, 22 Mei 2026 di Temu Cerita, Jalan Jawa No. 36, Kota Bandung.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut menjadi ruang diskusi terbuka bagi generasi muda untuk memahami lebih dalam persoalan trauma masa kecil (childhood trauma) dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang kini semakin banyak dibicarakan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan mental.

Forum ini menghadirkan lima pembicara dari mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unla, yakni Nagiea Maharani Putri R, Afriodinata Dwi Suseno, Nina Alusia Sitanggang, Ilham, dan Annisa. Melalui pendekatan dialog interaktif, para narasumber membahas bagaimana pengalaman emosional di masa kecil dapat meninggalkan dampak psikologis berkepanjangan apabila tidak ditangani dengan baik.

Dalam pemaparannya, Nagiea Maharani Putri R menyampaikan bahwa banyak individu sering kali tidak menyadari sumber tekanan emosional yang mereka alami berasal dari pengalaman traumatis di masa lalu.

“Trauma masa kecil bukan hanya tentang pengalaman besar yang menyakitkan, tetapi juga bisa muncul dari pola komunikasi, lingkungan, atau pengalaman emosional yang terus berulang. Dampaknya dapat memengaruhi cara seseorang membangun relasi, mengelola emosi, hingga memandang dirinya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Afriodinata Dwi Suseno menilai edukasi kesehatan mental di kalangan anak muda masih perlu diperluas agar stigma terhadap gangguan psikologis dapat dikurangi.

“Masih banyak orang takut untuk bercerita atau mencari bantuan profesional karena khawatir dianggap lemah. Padahal kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” katanya.

BACA JUGA:  Hampir Tiap Pekan Ada Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Pasupati

Diskusi berlangsung dinamis ketika peserta turut membagikan pengalaman serta pandangan mengenai tekanan psikologis yang dialami generasi muda di era digital. Paparan mengenai PTSD juga menjadi perhatian utama, terutama terkait gejala seperti kecemasan berlebih, gangguan tidur, hingga flashback akibat pengalaman traumatis.

Ilham menegaskan bahwa lingkungan sosial memiliki peran penting dalam proses pemulihan seseorang yang mengalami trauma.

“Dukungan dari lingkungan terdekat sangat menentukan. Kadang seseorang hanya membutuhkan ruang aman untuk didengar tanpa dihakimi,” ungkapnya.

Isu kesehatan mental sendiri saat ini menjadi perhatian global. Berdasarkan berbagai kajian psikologi, pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, hingga kesulitan sosial ketika memasuki usia dewasa. Kondisi tersebut diperparah dengan tekanan kehidupan modern dan paparan media sosial yang kerap memengaruhi stabilitas emosional generasi muda.

Melalui Mind Matters Forum, para penyelenggara berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah kecil dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesehatan mental sekaligus mendorong masyarakat agar lebih terbuka untuk mencari pertolongan profesional ketika menghadapi persoalan psikologis.

Annisa menambahkan bahwa forum diskusi seperti ini diharapkan mampu menciptakan budaya saling mendukung di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang nyaman untuk berbagi dan belajar bersama. Harapannya, semakin banyak anak muda yang sadar bahwa menjaga kesehatan mental adalah hal yang penting dan tidak perlu dianggap tabu,” tuturnya.

Kegiatan ini turut didukung oleh media partner Metrum dan Isolapos sebagai bagian dari upaya kolaboratif penyebaran edukasi kesehatan mental kepada masyarakat luas. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.