METRUM
Jelajah Komunitas

Taiwan, AS dan Jepang Gelar Forum Perlindungan Rahasia Bisnis dan Pelanggaran Digital

TAIWAN, ROC – Guna meningkatkan perlindungan rahasia bisnis dan pencegahan terjadinya pelanggaran digital dari negara-negara Indo-Pasifik, Kementerian Luar Negeri, Kejaksaan Tinggi Kementerian Kehakiman, Institut Amerika di Taiwan (AIT), Asosiasi Pertukaran Taiwan-Jepang dan Biro Kekayaan Intelektual Kementerian Ekonomi selama dua hari, mulai Kamis (15/10/2020) melalui ajang Global Cooperation & Training Framework mengelar forum “Perlindungan Rahasia Bisnis dan Pencegahan Pelanggaran Digital” yang membahas lebih mendalam mengenai perkembangan terbaru peraturan perlindungan bisnis masing-masing negara, dan berbagi pengalaman dalam menghadapi serangan digital, selain itu juga bersama-sama meningkatkan perlindungan hak atas kekayaan intelektual.

Dilansir dari RTI, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyampaikan, sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19 untuk itu kegiatan kali ini memadukan cara nyata dan video call, kejaksaan tinggi tiap-tiap daerah, Biro Intelegensi Kementerian Kehakiman masing-masing mengutus perwakilannya untuk hadir dalam forum, bersamaan dengan itu 19 negara di kawasan Indo Pasifik seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Palau, Tuvalu dan lainnya mengutus anggota mereka sebanyak 180 orang lebih berpartisipasi dalam forum secara online.

Dalam kata sambutannya, Wakil Menteri Luar Negeri Tien Chung-kwang menyampaikan, kekayaan intelektual adalah inti dari perkembangan ekonomi dan daya saing tiap-tiap negara, terlebih spionase bisnis dan ancaman keamanan data yang tidak henti-hentinya bermunculan di bawah persaingan global dalam 5G, transformasi digital dan persaingan dagang, untuk itu tiap-tiap negara harus bergandengan bekerja sama melindungi rahasia pengoperasian bisnis dan pelanggaran digital.

Ketua AIT Brent Christensen dalam sambutannya menyampaikan, dalam persaingan ketat global sekarang ini, ada 4 “I” yang tidak boleh kurang satupun yaitu Interaksi, perlindungan Intelektual, Investasi dan Inovasi, untuk itu salah satu unsur penting adalah perlindungan kekayaan intelektual.

Brent Christensen berharap para peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini dapat membawa pulang dan membagikannya pada pakar-pakar dan pemimpin di tiap-tiap negara untuk bersama-sama berupaya keras mengerakkan 4 “I” dalam memperkuat perekonomian.

Brent Christensen menyampaikan Taiwan Relation Act (TRA) adalah berdasarkan nilai-nilai kebersamaan. Tidak hanya nilai demokrasi saja, melainkan juga nilai ekonomi yang dianut Amerika Serikat dan Taiwan seperti pasar bebas, inovasi, kewirausahaan, dan hak kekayaan intelektual. Brent berharap nilai-nilai kebersamaan ini dapat memberikan hasil yang semakin berlimpah bagi perekonomian dan masyarakat. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: