METRUM
Jelajah Komunitas

Target Emas Kandas, Tim Balap Sepeda Indonesia Gigit Jari di Asian Games 2026

TARGET ambisius tim balap sepeda Indonesia untuk mendulang empat medali emas di ajang Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 berujung kegagalan. Bertarung di nomor Road Race di Shinshiro City, Jepang pada 20-23 September 2026, skuad Merah Putih gagal membawa pulang satu pun medali dari empat emas yang diperebutkan (ITT Putra/Putri dan Open Road Race Putra/Putri).

Panggung Road Race kali ini justru menjadi arena pertunjukan dominasi Kazakhstan yang keluar sebagai juara umum dengan torehan 3 emas dan 1 perak. Pembalap veteran Alexey Lutsenko (34) tampil tak tersentuh dengan memborong dua emas dari nomor ITT dan Open Road Race Putra. Satu emas tambahan disumbangkan Rinata Sultanova (ITT Putri), disusul perak dari Yevgeny Fedorov (Open Road Race Putra). Posisi kedua klasemen ditempati Tiongkok dengan raihan 1 emas dan 1 perak.

Dominasi Lutsenko dan Rontoknya Skuad Putra

Pada balapan Open Road Race Putra sejauh 161 km yang digelar Rabu (23/9/2026), Lutsenko menunjukkan kelasnya sebagai penguasa Asia. Pembalap pro tersebut melakukan solo break di rute tanjakan dan finis sendirian dengan catatan waktu 4:13:11, unggul 1 menit 58 detik dari rekan senegaranya, Fedorov. Ini sekaligus menandai rekor hattrick bagi Lutsenko yang sukses menyabet 6 emas berturut-turut dalam 4 edisi Asian Games terakhir (2014, 2018, 2023, 2026).

Sebaliknya, nasib nahas dialami trio pembalap Indonesia. Moh. Shyelhan hanya mampu finis di urutan ke-11 dengan selisih waktu 7 menit 53 detik dari juara. Astnan Maulana finis namun terkena diskualifikasi batas waktu (OTL), sementara Julian Abimanyu gagal menyelesaikan balapan (DNF).

 Hasil Road Race Putra 161 km:

  1. Alexey Lutsnko (Kazakstan) 4:13:11
  2. Yevgeniy Fedorov (Kazakstan) + 1 menit 58 dt.
  3. Yuhi Todome (Jepang) + 2 menit 40 dtk.
BACA JUGA:  Bianchi Resmi Jadi Mitra Baru Bahrain–Victorious: Inovasi dan Prestasi Jadi Misi Utama

Hasil Road Race Putri 91 km:

  1. Guo Li (Tiongkok) 2:50:05
  2. Fariba Hashimi (Afghanistan) + 1 dtk.
  3. Leung Wing Yu (Hongkong) + 41 dtk.
Guo Li (Tiongkoko) menang duel sprint finis atas Fariba Hashimi (Afghanistan) pada Road Race Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Jepang. (Foto: Xin Hua News/Chen Yun Peng).*

Duel Sengit Putri dan Ironi Pembinaan

Balapan Open Road Race Putri (91 km) yang berlangsung Selasa (22/9/2026) menyajikan drama adu sprint sengit antara pembalap Tiongkok Guo Li dan atlet kejutan asal Afghanistan, Fariba Hashimi. Guo Li akhirnya merebut emas dengan waktu 2:50:05, hanya terpaut sekian detik dari Hashimi yang meraih perak. Perunggu jatuh ke tangan Leung Wing Yee (Hongkong).

Dua srikandi Indonesia tertinggal jauh. Dewika Mulya Sova tercecer di posisi ke-12 (+4 menit 44 detik), sedangkan Ayustina Delia Priatna finis di urutan ke-18 (+6 menit 5 detik).

Keberhasilan Fariba Hashimi (23) meraih perak menjadi tamparan keras sekaligus pelajaran berharga. Kabur dari rezim Taliban pada 2020—di mana ia harus menyamar sebagai laki-laki agar bisa bersepeda—Fariba ditempa di kompetisi elit Eropa. Mulai dari ditampung di UCI Training Center Swiss, hingga direkrut tim-tim pro seperti Israel Premier Tech, Ceratizit, dan kini Fini Fantini (Italia). Jam terbang di Eropa menyulapnya menjadi salah satu pembalap paling mematikan di Asia.

Hal ini berbanding terbalik dengan pola pembinaan di Tanah Air. Indonesia sebenarnya pernah mengambil langkah serupa saat mendukung tim pro Astana-Dewi pada 2024, di mana Ayustina tergabung satu tim dengan Rinata Sultanova dari Kazakhstan. Sayangnya, program tersebut hanya bertahan setahun. Ketika Rinata terus melanjutkan karier di Eropa bersama UAE Emirates dan berujung pada medali emas Asian Games 2026, pembalap Indonesia justru kehilangan momentum kompetisi level atas dan kesulitan untuk bersaing di kancah internasional. (M1-BK)***

BACA JUGA:  Sprint Dramatis di Pasir Puteh, Malucelli Tak Terbendung Amankan Pimpinan Klasemen

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.