Tekan Risiko Genangan, Wali Kota Bandung Alihkan Fokus Pengelolaan Sampah Langsung ke Hulu
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi banjir dan genangan menyusul dimulainya musim hujan 2026/2027. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menginstruksikan Sekretaris Daerah bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk mematangkan strategi penanganan titik-titik rawan dalam waktu sepekan.
Farhan menggarisbawahi bahwa ancaman genangan yang masih membayangi sejumlah wilayah Kota Bandung merupakan konsekuensi dari pengelolaan lingkungan yang belum optimal.
“Untuk itu saya meminta kepada Sekretaris Daerah beserta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga dalam seminggu ini mempersiapkan sebuah presentasi persiapan menghadapi musim hujan 2026 sampai awal 2027,” tegas Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (14/9/2026).
Selain kesiapan saluran air, Farhan menyoroti krusialnya penataan persampahan yang kerap menjadi pemicu utama penyumbatan drainase. Mengingat ketergantungan pada TPA Sarimukti serta kuota pengangkutan yang terbatas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Bandung akan menggeser fokus ke pengelolaan sampah berbasis lingkungan dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan.
“Artinya kita di Pemerintahan Kota Bandung dalam pengelolaan sampah harus berpusat kepada pengelolaan sampah di hulu, di RT, di RW, di kelurahan. Pastikan hal itu terjadi,” kata Farhan.
Guna merealisasikan skema tersebut, Pemkot Bandung bakal mengucurkan anggaran khusus untuk penyediaan sarana pengolahan sampah di tingkat kelurahan serta menambah armada petugas pemilah di 1.597 RW.
“Saya akan mengundang langsung pengadaan-pengadaan khusus untuk fasilitas pengolahan sampah di kelurahan. Anggarannya tidak kecil sama sekali,” ungkapnya.
Intervensi ini dinilai mendesak lantaran realisasi timbulan sampah harian di lapangan diperkirakan telah mendekati angka 2.000 ton per hari, melebihi catatan resmi sebesar 1.500 ton. Farhan pun mendesak seluruh camat, lurah, dan dinas terkait untuk tidak bersikap pasif dan segera mengeksekusi langkah pencegahan sebelum puncak musim hujan tiba.
“Setiap wilayah, setiap dinas mulai memperhatikan dan merancang. Kita siapkan mitigasi menghadapi risikonya,” pungkas Farhan. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.