METRUM
Jelajah Komunitas

Van Vleuten Ambil Alih Kaus Kuning di Etape VII Tour de France Putri

LE MARKSTEIN, PRANCIS (METRUM) – Unggulan teratas atlet veteran asal Belanda Annemiek Van Vleuten (39) dari tim MoviStar/Spanyol membuktikan usia hanyalah angka melalui penampilan gemilang mendominasi tanjakan etape VII, Sabtu (30/7/2022) di Le Markstein sekaligus mengambil alih Maillot Jaune (kaus kuning) pimpinan Tour de France Putri dari rekan senegaranya Marianne Vos (Jumbo Visma/Belanda).

Van Vleuten juara Giro d’Italia Putri 2022 melesat pada tanjakan pertama Le Petit Ballon sepanjang 9,4 km bersama Demi Vollering (SD Worx/Belanda), keduanya terus melaju namun akhirnya Vollering tak mampu mengikuti pacing (kecepatan) Van Vleuten di tanjakan kedua Col du Platzerwasel.

Akhirnya andalan tim Movistar ini terus melaju sendirian hingga finis di tanjakan ketiga Grand Ballon sepanjang  13,9 km dengan catatatan waktu 3 jam 47 menit 2 detik, Demi Vollering (SD Worx) menyusul finis kedua + 3 menit 26 detik.

Sementara posisi ketiga melalui adu sprint tiga atlet dimenangi Cecilie Ludwig (FDJ Suez/Denmark) +5 menit 16 detik dan kempat Juliette Labous (DSM/Prancis) + 5 menit 18 detik. Sementara pemegang kaus kuning Marianne Vos (Jumbo Visma/Belanda) finis bersama peloton di urutan ke-49 (+24 menit 44 detik).

Klasemen umum setelah etape VII berubah dratis, Annemiek Van Vleuten (Movistar/Belanda) teratas menguasai kaus kuning, runner up Demi Vollering (SD Worx/Belanda ) +3 menit 14 detik, ketiga Katarzyna Niewiadoma (Canyon-Sram/Polandia) + 4 menit 23 detik, kempat Juliette Labous ( DSM /Prancis) + 5 menit 22 detik dan kelima Cecilie Ludwig (FDJ-Suez/Denmark) +5 menit 59 detik.

Atlet putri Elisa Longo Borghini (Trek/Italia) terduduk kehabisan tenaga setelah finis tanjakan etape VII Tour de France Putri di Le Markstein, Sabtu (30/7/2022) (Foto: Fabien Bukla/A.S.O).*

Sukses yang diraih Van Vleuten adalah hasil perjuangan pantang menyerah. Sempat hampir memutuskan berhenti dari lomba di etape II akibat sakit perut yang diderita selama dua hari, Van Vleuten dengan keteguhannya terus melanjutkan lomba meski sempat tertinggal dan di klasemen hingga etape VI berada di urutan kedelapan dengan defisit waktu 1 menit 28 dari Marianne Vos (pemegang kaus kuning).

“Perjuanganya terus saya lanjutkan karena dua etape terakhir (VII dan VIII) adalah rute pegunungan, finis di puncak pendakian. Kemampuan utama saya rute tanjakan, dan ini menjadi kunci meraih juara lomba jenis “tour” adalah tanjakan dan ITT, karenanya saya tidak mau menyerah,” jelas Van Vleuten.

“Sungguh luar biasa saya mampu merebut kaus kuning setelah memenangi etape VII. Selama enam etape saya berjuang bertahan dan memulihkan kondisi. Saya adalah tipe yang agresif pada medan yang saya kuasai, semakin berat semakin baik. Ini tercapai juga dukungan rekan rekan di tim Movistar, terima kasih pada mereka semua,” tuturnya.

Pada etape VII, Selestat – Le Markstein 127 km rute melalui tiga tanjakan kategori 1, yaitu Col Petit Ballon, Col du Platzerwasel dan Grand Ballon, ketinggian tiga puncak tanjakan ini rata-rata 1,100 meter, dengan demikian para atlet putri peserta TdF Putri ini harus mendaki dengan total ketinggian 3.300 meter. Hal yang  tidak mudah sehingga banyak yang amat kelelahan dan kehabisan tenaga.

Seorang atlet putri menangis kelelahan di akhir finis etape VII Tour de France Putri di Le Markstein, Sabtu (30/7/2022) (Foto: Dario Belingheri/Getty Images).*

Minggu (31/7/2022) etape VIII (terakhir) rute tanjakan amat brutal 123,3 km (Lure-La Super Planche des Belles Filles) finis menanjak dengan keterjalan 24%. Bagi Annemiek Van Vleuten cukup bertahan sudah cukup untuk menjadi juara Tour de France Putri 2022. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: