2010, Tahun Bersejarah Perkembangan Komunitas Sepeda di Kota Bandung
Gerakan Bersepeda di Kota Bandung dari Masa ke Masa (bagian II)
PADA 2010, tren bersepeda di masyarakat menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Aktivitas gowes tak hanya makin beragam, tetapi juga didukung oleh munculnya berbagai jenis sepeda serta tumbuh suburnya komunitas pesepeda yang terbentuk berdasarkan kesamaan minat, genre sepeda, rentang usia, hingga gender.
Partisipasi pesepeda perempuan pun mulai meningkat dan perlahan menyaingi dominasi kaum pria. Hal ini ditandai dengan hadirnya komunitas sepeda khusus perempuan, salah satunya Nu Gareulis Ngagowes (NGN) yang berdiri pada 10 Januari dan dikenal sebagai salah satu pelopor komunitas pesepeda perempuan di wilayah Bandung Raya.
Mengusung misi “gowes untuk sehat dan cantik”, NGN aktif menggelar berbagai kegiatan bersepeda yang berkaitan dengan perempuan, seperti gowes cantik serta gowes peringatan Hari Kartini dan Hari Ibu. Sebagian besar pesertanya adalah perempuan yang terlibat aktif dalam gerakan tersebut.
Dari kalangan mahasiswa, pada 15 Juli lahir komunitas gerakan bersepeda berbasis kampus bernama Bike to Campus (B2C) Bandung yang diinisiasi oleh B2W Bandung.
B2C Bandung mengusung jargon “Kejar Skripsi Tanpa Polusi” dan beranggotakan mahasiswa pesepeda dari berbagai perguruan tinggi seperti ITB, Unpad, UPI, Unikom, dan Polban. Gerakan ini bertujuan mengajak mahasiswa menjadikan sepeda sebagai sarana transportasi menuju kampus.
Pada tahun yang sama, Bandung juga menyambut kelahiran komunitas sepeda lipat pertama bernama Sepeda Lipat Bandung (Sel-B) yang berdiri pada 28 Maret. Kehadirannya menambah warna tersendiri lewat kegiatan gowes bersama yang rutin digelar pada akhir pekan maupun momen tertentu.
Sel-B lebih menonjolkan konsep bersepeda rekreasi di kawasan perkotaan dengan sentuhan gaya yang khas, mulai dari ornamen sepeda, aksesori, hingga pilihan busana yang dikenakan para anggotanya.
Sementara itu, komunitas pesepeda onthel yang tergabung dalam Paguyuban Sapeda Baheula Bandung (PSBB), yang berdiri sejak 31 Januari 2005, semakin menunjukkan eksistensi dan jati dirinya.
PSBB hadir meramaikan dunia persepedaan dengan misi melestarikan sepeda warisan masa lalu melalui wisata sepeda bergaya tempo dulu, lengkap dengan aksesori klasik. Kegiatan mereka antara lain Konvoi Jejak Bandung Lautan Api, Bandung Lautan Onthel, hingga Konvoi Hari Kemerdekaan yang kerap melibatkan berbagai genre sepeda lainnya.
Namun, pesatnya pertumbuhan komunitas pesepeda juga diiringi berbagai dinamika, mulai dari konflik internal dan eksternal, kejenuhan anggota, hingga berkurangnya aktivitas akibat kesibukan atau faktor lain.
Di sisi lain, meningkatnya minat masyarakat terhadap bersepeda mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bandung melalui penyediaan lajur sepeda di sejumlah ruas jalan yang kerap dilalui pesepeda.
Realisasi lajur sepeda pertama di Kota Bandung tersebut merupakan hasil gagasan dan usulan sejumlah komunitas sepeda yang disampaikan melalui diskusi bersama pemerintah kota dan para pemangku kepentingan.
Menariknya, setelah melalui proses diskusi, kajian, analisis, serta uji coba, Pemkot Bandung juga merealisasikan pelaksanaan Car Free Day (CFD) setiap Minggu pukul 06.00 hingga 10.00 WIB dengan Jalan Juanda Dago sebagai lokasi perdana, yang diresmikan pada 2 Mei.
Berdasarkan hal tersebut, Bandung kerap disebut sebagai salah satu kota pertama yang merespons program pemerintah pusat terkait pelaksanaan CFD di berbagai kota di Indonesia.
Dengan hadirnya fasilitas publik tersebut, khususnya bagi pesepeda, Kota Bandung semakin semarak oleh berbagai aktivitas gowes, baik berupa event, agenda rutin komunitas, maupun gerakan dan kampanye bersepeda.
CFD pun kerap dimanfaatkan sebagai wadah berbagai kegiatan bersepeda, salah satunya konvoi pesepeda dari komunitas PSBB, B2W Bandung, dan Sel-B dalam rangka pameran kendaraan ramah lingkungan PW di Sabuga pada CFD kedua.
Pada CFD Minggu kedua bulan Juni, sejumlah kegiatan digelar, seperti program Dago Walking Day oleh Greeners.co edisi pembuatan lubang biopori, doa bersama untuk pesepeda korban kecelakaan lalu lintas di bawah Flyover Pasupati Cikapayang oleh B2W Bandung, aksi HANI 2010, serta kegiatan donor darah pesepeda bersama PMI Bandung.
Memasuki bulan Juli, digelar pula kegiatan bersepeda malam in memoriam menyusuri jejak tokoh kreatif Bandung almarhum Wawan Juanda, dimulai dari Taman Dago Cikapayang dan berakhir di Cikapundung River Spot untuk doa bersama.
Momentum Ramadan pada Agustus diwarnai dengan kegiatan ngabuburide menyusuri lajur sepeda yang ditutup dengan pembagian takjil di Jalan Merdeka pada minggu pertama dan Jalan Purnawarman pada minggu kedua.
Pada September, B2W Bandung bersama B2W Tasikmalaya turut ambil bagian dalam konvoi kendaraan ramah lingkungan yang diselenggarakan oleh Transgeneration ITB di Jalan Ganesha.
Usai kegiatan tersebut, B2W Bandung melanjutkan produksi video kedua bertema Bike to Work di Jalan Setiabudi untuk program Hangout Bandung TV, setelah sebelumnya melakukan pengambilan gambar di Taman Cikapayang.
Bulan Oktober kembali diramaikan dengan pelaksanaan Konvoi Bandung Blossom dan Bike to Batik. Selain itu, Greeners.co menggelar program Global Party Walk yang diisi kegiatan penanaman bibit pohon di tujuh taman Kota Bandung.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah pesepeda juga berkesempatan menyaksikan start Tour de Speedy di Jalan Diponegoro depan Gedung Sate.
Pada November, kegiatan sosialisasi dan susur lajur sepeda kembali digelar oleh Kompas Gramedia dengan melibatkan banyak pesepeda. Di bulan yang sama, kegiatan donor darah pesepeda bersama PMI Bandung kembali dilaksanakan.
B2W Bandung juga turut mengisi stan pada pameran Hari Cinta Puspa Satwa Nasional (HCPSN) Provinsi Jawa Barat yang digelar di halaman Gedung Sate.
Menjelang akhir tahun, sejumlah gerakan bersepeda digelar, di antaranya Aksi Solidaritas Pesepeda untuk Pesepeda mengenang salah satu anggota Let’s Bike yang telah meninggal dunia, yang diinisiasi oleh NGN.
Dalam rangkaian tersebut, NGN juga menyosialisasikan kegiatan bertajuk Gowes Geulis Ceuria (GGC) yang digelar dua minggu kemudian di Taman Pramuka.
GGC yang menghadirkan sejumlah mojang finalis Mojang Jajaka Bandung menjadi langkah awal NGN dalam menggelar gerakan bersepeda berskala besar dengan melibatkan banyak pesepeda, khususnya perempuan.
Sementara itu, B2W Bandung menutup tahun dengan memberikan apresiasi kepada Dago Plaza yang telah menyediakan fasilitas parkir sepeda bagi pengunjung.
Hayu #biketokamanawae, minimal untuk jarak yang pendek. Tetap bersepeda dengan bijak, tertib, dan beretika, karena bersepeda itu baik. Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, “Bersepeda itu Baik /Beib”, Spirit membangun budaya bersepeda).*** (Bersambung)
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.