4 Pelajar Indonesia Positif Corona Tidak Sempat Masuk ke Lingkungan Sekolah di Taiwan
TAIWAN, ROC – Taiwan sejak bulan Agustus 2020 ini kembali membuka pintu bagi para pelajar asing untuk dapat kembali melanjutkan pendidikannya di Taiwan, adapun kebijakan ini berlaku bagi semua pelajar dari semua negara asing dan kawasan.
Namun untuk pertama kalinya, ditemukan adanya 4 pelajar berkewarganegaraan Indonesia yang diketahui positif terinfeksi COVID-19. Kementerian Pendidikan pada Jumat (16/10/2020), dilansir dari RTI, menyampaikan bahwa hasil test uji positif terhadap ke 4 pelajar tersebut dilakukan saat mereka masih dalam tahap karantina mandiri, sehingga dipastikan belum sempat memasuki lingkungan kampus sekolah.
Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral atau CECC Chen Shih-chung mengumumkan adanya penambahan 4 kasus positif terinfeksi asal luar negeri, yakni untuk kasus nomor 532 hingga 535, ke semuanya berusia antara 10 hingga 20 tahun pelajar asal Indonesia, yang tiba di Taiwan pada tanggal 30 September.
Kementerian Pendidikan menjelaskan, sejak mulai dibukanya pintu masuk bagi para pelajar asing kembali ke Taiwan mulai 19 Agustus lalu, ini adalah kasus pertama positif terinfeksi COVID-19 yang ke semuanya berasal dari Indonesia.
Empat pelajar tersebut, setelah tiba di Taiwan, menjalani proses pemeriksaan seperti yang lainnya dan mengikuti program karantina dalam hotel. Usai masa karantina, ke empat pelajar tersebut masih belum sempat masuk ke lingkungan sekolah, dan hasil uji test yang dikeluarkan dari instansi kesehatan membuktikan jika mereka semuanya positif terinfeksi, serta segera mendapatkan perawatan terkait.
Kementerian Pendidikan menyebutkan jika ke empat pelajar tersebut masih belum sempat memasuki lingkungan sekolah, sehingga merujuk kepada peraturan yang berlaku, maka sekolah masih tidak perlu melakukan penghentian pengoperasionalan kelas.
Selanjutnya, Kementerian Pendidikan akan lebih ketat lagi dalam menjalankan protokol pencegahan penularan terhadap para pelajar yang berasal dari luar negeri, dengan merujuk kepada regulasi yang diberlakukan CECC.
Adapun tes uji yang kini diberlakukan di Taiwan bagi para pelajar asing tingkat SMA adalah tes uji asam nukleat. Jika hasil tes uji adalah negatif, barulah diizinkan untuk memasuki lingkungan sekolah.
Sementara untuk pihak universitas yang memiliki cakupan lingkungan yang lebih luas lagi, jika tidak ditemukan memiliki gejala, maka hanya perlu melakukan karantina mandiri dan tidak perlu tes uji asam nukleat. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.