METRUM
Jelajah Komunitas

Komunitas Hong, Lestarikan Permainan Tradisional Indonesia

KOMUNITAS Hong berdiri pada tahun 2003 lalu karena kesenangan Zaini Alif pada permainan tradisional Indonesia. Lelaki berperawakan kecil ini kerap rindu akan masa kecilnya di Kampung Bolang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Zaini rindu masa ketika ia dan kawan-kawannya yang tinggal jauh dari kota terpaksa membuat mainan sendiri dari bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar. Pasalnya, tidak ada toko mainan di dekat rumahnya. Kalau pun ada, belum tentu mereka sanggup untuk membelinya.

Kata “Hong”, diambil Zaini dari teriakan anak-anak saat bermain petak umpet. Itu sengaja dipilihnya agar semakin mengakrabkan anak dengan istilah yang ada di dalam setiap permainan.

“Hong! Itu teriakan yang biasa dilontarkan sang kucing saat menemukan sang tikus yang sedang bersembunyi dalam permainan petak umpet ala Sunda,” ujar Zaini, seorang peneliti seputar Seni dan Budaya yang akrab dipanggil Jae.

Di Komunitas Hong, bermain bukan hanya menjadi lihai dan tangkas. Tapi, juga mengenal dan menyelami arti dan makna dari setiap jenis permainannya. Permainan anak-anak tradisional, kata Jae, bisa membantu membentuk watak anak. Terutama yang terkait dengan daya kreatif, inovatif, jiwa sosial, kehidupan berbudaya, berbudi, dan beriman.

Keasyikan mengolah permainan, membetot rasa penasaran Zaini. Walhasil ia lantas terjun menyelami penelitian permainan tradisional sejak tahun 1996, jauh sebelum ia membentuk Komunitas Hong. Penelitiannya itu bermula dari permainan tradisional Sunda yang ada di sekitarnya.

“Jumlah awalnya ada sekitar 250 jenis dan terus bertambah hingga sekarang,” katanya. Dari penelitian inilah, Zaini kemudian menemukan kalau permainan tradisional itu merupakan cara paling baik bagi seorang anak untuk mengenal diri dan lingkungannya.

Komunitas ini memiliki tempat berkumpul di Jalan Bukit Pakar Utara No.26, Ciburial, Kecamatan Cimenyan. Tempat tersebut biasa digunakan komunitas dan pengunjung untuk bermain sambal belajar. (Ferdi Nasyid/JT)***

BACA JUGA:  Muslim Life Fair Bandung Siap Digelar, Hadirkan 230 Pelaku Bisnis Produk Halal

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.