Kota Bandung Torehkan Capaian Gemilang dalam Program Kota Sehat
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kota yang maju secara fisik dan berkualitas dalam kehidupan warganya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan warga. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Validasi Lapangan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung pada Selasa, 16 September 2025.
“Program Kota Sehat merupakan bagian dari visi kami mewujudkan Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis,” ujar Farhan.
Pada tahun 2024, ekonomi Kota Bandung tumbuh sebesar 4,99% dan angka kemiskinan turun menjadi 3,87%. Meski begitu, tantangan masih ada, terutama tingginya prevalensi stunting yang masih berada di angka 22,8%.
“Stunting adalah isu serius, karena berdampak pada kualitas generasi penerus Kota Bandung,” tambahnya.
Dalam implementasi KKS, Bandung mencatat hasil menggembirakan. Nilai rata-rata sembilan tatanan KKS berada di kisaran 80–97 poin. Selain itu, Bandung berhasil mencapai status 100% Open Defecation Free (ODF). Sejumlah prestasi juga diraih, seperti Penghargaan Swasti Saba Wiwerda (2023), Pastika Parama (2024), serta Juara 1 Nasional untuk Posyandu Inovasi.
Keberhasilan tersebut didukung berbagai terobosan, di antaranya:
- Eta Si Catin dan Cerdiku untuk pencegahan stunting dan anemia pada remaja putri.
- Kampung KTR (Kawasan Tanpa Rokok) dan aplikasi darurat BEAS+.
- Inovasi Wolbachia untuk mengatasi DBD.
- Roda Sedot Sanitasi di kawasan padat penduduk.
- Gerakan Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Sehat di seluruh satuan pendidikan.
- YES! JITU, layanan sosial satu pintu.
- Senandung Perdana sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
- Sistem peringatan dini banjir di Sungai Cikapundung.
“Semua capaian ini lahir dari kolaborasi, bukan kompetisi,” tegas Farhan.
Sementara itu, Asisten Deputi Kesehatan, Kependudukan, Pemuda, dan Olahraga Sekretariat Kabinet RI, Teguh Supriyadi, memberikan apresiasi terhadap kemajuan Bandung. Menurutnya, verifikasi lapangan diperlukan agar pencapaian tidak hanya sebatas dokumen.
“Hasil nyata terlihat di Bandung, mulai dari layanan administrasi kependudukan, fasilitas publik, hingga upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Bandung layak menjadi contoh kota sehat yang holistik,” ujarnya.
Dari 194 daerah yang mengajukan, hanya sebagian kecil yang lolos ke tahap verifikasi, dan Bandung termasuk di dalamnya berkat konsistensi serta progresivitas yang ditunjukkan. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.