Waspadai Super Flu Subclade K, Gejala Mirip Influenza Namun Lebih Berat
KOTA BANDUNG (METRUM) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengonfirmasi temuan virus Super Flu Subclade K, varian baru dari Influenza A H3N2, menyusul laporan penyebaran virus di delapan provinsi di Indonesia dengan karakter gejala yang lebih berat dan muncul secara mendadak dibandingkan flu musiman biasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menjelaskan bahwa secara klinis gejala Super Flu Subclade K memiliki kemiripan dengan influenza pada umumnya, namun tingkat keparahannya cenderung lebih tinggi. Hal tersebut disampaikannya pada Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Sony, keluhan yang paling sering muncul antara lain demam tinggi yang datang secara tiba-tiba, nyeri otot yang cukup ekstrem, rasa lelah berlebihan, serta batuk berat.
“Gejalanya meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot yang cukup parah, kelelahan berat, dan batuk yang hebat,” ujar Sony.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Bandung saat ini terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi kesehatan masyarakat sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus yang dicurigai.
Sony mengakui, kekhawatiran masyarakat meningkat, terutama di kalangan lanjut usia yang dinilai memiliki risiko lebih besar mengalami gejala berat apabila terinfeksi.
Selain itu, Dinkes Kota Bandung bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga mengingatkan bahwa Super Flu Subclade K berpotensi menimbulkan komplikasi serius, khususnya pada kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta, jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
“Kewaspadaan dini sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat,” katanya.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada tanpa harus panik. Dinas Kesehatan juga menyampaikan sejumlah langkah yang perlu dilakukan serta hal-hal yang sebaiknya dihindari.
Hal yang Perlu Dilakukan:
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak, nyeri otot berat, batuk hebat, atau kelelahan ekstrem.
- Menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai guna mencegah penularan.
- Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.
- Istirahat yang cukup serta menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan cairan yang memadai.
- Membatasi aktivitas di luar rumah saat mengalami gejala flu.
- Melindungi kelompok rentan, seperti lansia dan penderita penyakit penyerta, dari kontak langsung dengan orang sakit.
- Mengikuti informasi resmi dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat.
Hal yang Perlu Dihindari:
- Menganggap remeh gejala flu berat atau demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.
- Memaksakan aktivitas ketika kondisi tubuh sedang lemah atau sakit.
- Mengonsumsi obat secara sembarangan, terutama antibiotik tanpa resep dokter.
- Menunda pemeriksaan medis apabila gejala semakin memburuk.
- Menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks terkait Super Flu.
- Melakukan kontak dekat dengan banyak orang saat sedang sakit, termasuk berjabat tangan atau berkerumun. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.