Wout Van Aert Bangkit! Menangi Etape V Tour Auvergne, Paul Seixas Bersiap Hadapi Ujian Tanjakan
PARC DES OISEAUX, PRANCIS (METRUM) – Pembalap Belgia Wout Van Aert dari tim Visma Lease a Bike akhirnya membungkam keraguan soal kondisi dan kesiapan dirinya menjelang Tour de France 2026. Van Aert sukses merebut kemenangan pada Etape V Tour Auvergne-Rhone-Alpes 2026 melalui sprint massal yang berlangsung di Parc des Oiseaux, Prancis, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi sinyal positif bagi Van Aert setelah sempat mengalami masa sulit usai menjuarai lomba klasik bergengsi Paris–Roubaix pada April lalu. Cedera saat latihan membuat performanya menurun dan gagal meraih kemenangan dalam beberapa balapan berikutnya.
Penampilannya di awal Tour Auvergne bahkan sempat memunculkan tanda tanya mengenai kesiapan fisiknya menghadapi Tour de France yang akan dimulai awal Juli mendatang. Namun, perlahan pembalap serbabisa asal Belgia itu menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
“Di awal balapan saya memang belum berada dalam kondisi terbaik. Pada Etape III nomor team time trial saya bahkan tertinggal cukup jauh dari rekan-rekan setim. Namun kondisi saya terus membaik. Di Etape IV saya sudah mampu finis bersama peloton terdepan, dan sekarang saya berhasil memenangkan sprint massal di Etape V,” ujar Van Aert.
Meski meraih kemenangan penting, Van Aert mengakui masih harus meningkatkan kondisi fisik dan mentalnya agar mampu bersaing di level tertinggi saat Tour de France berlangsung.
“Saya masih harus bekerja keras. Untuk tampil kompetitif di Tour de France dibutuhkan kesiapan fisik dan mental yang benar-benar prima,” katanya.
Quinn Simmons Kembali Beraksi
Sementara itu, Etape IV sehari sebelumnya menjadi milik pembalap Amerika Serikat Quinn Simmons dari Lidl Trek. Pembalap yang dijuluki “Kapten Amerika” tersebut kembali menunjukkan spesialisasinya sebagai pemburu breakaway.
Pada rute Le Puy-en-Velay menuju Montrond-les-Bains sejauh 167 kilometer, Simmons berhasil memenangkan sprint di antara sembilan pembalap yang lolos dari kelompok utama. Peloton yang berisi para kandidat juara sebenarnya terus melakukan pengejaran, namun tetap gagal menutup selisih waktu dan finis empat detik lebih lambat.

Kemenangan Simmons dan Van Aert tidak mengubah persaingan papan atas klasemen umum. Jersey kuning masih dipertahankan pembalap tuan rumah Alex Baudin dari EF Education yang unggul 12 detik atas kompatriotnya Kevin Vauquelin dari Netcompany Ineos.
Tiga Etape Pegunungan Jadi Penentu Juara
Persaingan sesungguhnya baru akan dimulai pada tiga etape terakhir yang seluruhnya berkarakter pegunungan. Etape VI, VII, dan VIII yang digelar mulai Jumat hingga Minggu (14/6/2026) diprediksi menjadi penentu siapa yang akan keluar sebagai juara Tour Auvergne-Rhone-Alpes edisi ke-78 ini.
Sorotan tertuju kepada sensasi muda Prancis berusia 19 tahun, Paul Seixas, yang digadang-gadang sebagai calon bintang masa depan balap sepeda dunia.
Keunggulan Seixas terletak pada kemampuan menaklukkan tanjakan. Banyak pengamat menilai potensinya mendekati para spesialis pegunungan terbaik dunia seperti Tadej Pogačar dan Jonas Vingegaard.
Meski demikian, jalan Seixas menuju podium tidak akan mudah. Ia masih harus menghadapi sejumlah rival kuat seperti Isaac del Toro, Oscar Onley, serta Matteo Jorgenson.
Apabila mampu tampil dominan di tiga etape pegunungan tersebut, Seixas diyakini akan datang ke Tour de France 2026 dengan status sebagai salah satu penantang serius para bintang besar dunia.
Hasil Etape V (195 Km)
- Wout van Aert – 4:31:59
- Hugo Hofstetter – waktu sama
- Phil Bauhaus – waktu sama
Klasemen Umum Hingga Etape V
- Alex Baudin – 18:07:12
- Kevin Vauquelin +12 detik
- Oscar Onley +12 detik
- Matteo Jorgenson +15 detik
- Paul Seixas +1 menit. (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.