Tadej Pogacar Menggila di Andorra, Vuelta 2026 Terancam Kehilangan Persaingan
VUELTA a España 2026 belum memasuki garis akhir. Namun, persaingan untuk memperebutkan gelar juara tampaknya sudah kehilangan greget setelah Tadej Pogacar menunjukkan dominasi mutlak pada Etape IV di Andorra La Vella.
Pembalap UAE Emirates XRG itu melesat sendirian pada sekitar 50 kilometer terakhir etape sepanjang 105 kilometer tersebut. Tak satu pun pesaing utama mampu mengimbangi kecepatannya di jalur tanjakan.
Felix Gall sempat menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mengikuti Pogacar. Namun, ketangguhan juara lima kali Tour de France itu akhirnya membuat Gall terlepas. Jarak Pogacar pun terus melebar, dari sekitar 20 detik hingga mencapai lebih dari tiga menit menjelang tanjakan terakhir Col d’Orlino.
Di belakangnya, para pemburu seperti Primoz Roglic, Sepp Kuss, Oscar Onley, Enric Mas, Richard Carapaz, dan Jarno Widar justru terjebak dalam persaingan internal. Alih-alih bekerja sama mengejar Pogacar, mereka saling menyerang untuk mengamankan posisi masing-masing.
Pogacar akhirnya melintasi finis seorang diri dengan waktu 2 jam 40 menit 35 detik. Ia unggul 2 menit 39 detik atas kelompok pengejar yang kemudian menyusul.
Hasil tersebut membuat Pogacar semakin kokoh di puncak klasemen umum. Hingga Etape IV, ia mencatat waktu total 7 jam 38 menit 59 detik, unggul 3 menit 21 detik atas Primoz Roglic di posisi kedua.
Kemenangan ini terasa semakin penting karena Etape IV merupakan tanjakan pembuka setelah Etape III yang sebelumnya harus dibatalkan akibat hujan es.
Dengan masih tersisanya sejumlah tanjakan berat, Pogacar kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk mengejar gelar Vuelta a España pertamanya. Kecuali mengalami kecelakaan atau persoalan fisik, sulit melihat siapa yang mampu menghentikan pembalap Slovenia tersebut.
Vuelta 2026 Terancam Membosankan
Keunggulan Pogacar yang sudah lebih dari tiga menit membuat perhatian balapan berpotensi bergeser. Bukan lagi soal siapa yang menjadi juara, melainkan siapa yang akan finis sebagai runner-up.
Dominasi tersebut juga berpotensi membuat persaingan di setiap etape tanjakan kehilangan daya tarik. Pogacar telah menunjukkan bahwa ia mampu melepaskan diri dari para rival ketika dibutuhkan, sementara para pesaingnya belum menunjukkan kekuatan kolektif untuk membendungnya.
Legenda balap sepeda Spanyol, Miguel Indurain, menilai ketimpangan kekuatan tersebut menjadi persoalan bagi daya tarik Vuelta 2026.
“Ini tentu sangat disayangkan. Lomba Vuelta 2026 jadi lomba yang tak lagi menarik akibat kekuatan yang tak seimbang. Pogacar dan tim pendukungnya UAE Emirates XRG terlalu tangguh bagi atlet tangguh lainnya,” ujar Indurain, juara lima kali Tour de France dan tiga kali Vuelta a España.
Jika tren ini berlanjut, enam tanjakan berat yang masih tersisa dari total 17 etape justru berpotensi semakin memperlebar jarak Pogacar dari para pesaingnya.
Prediksi kemenangan dengan margin 15 hingga 20 menit di akhir Vuelta 2026 pun mulai mengemuka. Dengan kata lain, drama terbesar Vuelta tahun ini bukan lagi soal siapa yang akan menjadi juara, tetapi seberapa jauh Pogacar akan meninggalkan seluruh rivalnya.
Hasil Etape IV – 105 Kilometer
- Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia) — 2:40:35
- Jarno Widar (Lotto Intermarche/Belgia) — +2:39
- Felix Gall (Decathlon/Austria) — +2:39
Klasemen Umum hingga Etape IV
- Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG) — 7:38:59
- Primoz Roglic (Red Bull Bora/Slovenia) — +3:21
- Enric Mas (Movistar/Spanyol) — +3:32
- Sepp Kuss (Visma Lease a Bike/AS) — +3:44
- Oscar Onley (Netcompany Ineos/Inggris) — +3:45. (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.