Aksi “Satu Juta Sepeda Satu Indonesia” Forkom Bandung Raya
“Kebersamaan adalah kekuatan besar dalam pergerakan. Apapun sepedamu, apapun warna jersey mu, apapun komunitasmu, kemanapun sepedaanmu, dimanapun tempat ngumpulmu mari kita bergerak bersama menebarkan semangat ke-bike-an”
(Forkom Bandung Raya)
ITULAH semangat Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya (Forkom Bandung Raya) dalam mengajak semua pesepeda di Bandung Raya untuk menyemarakan Hari Sepeda dan Lingkungan Hidup Sedunia.
Dengan bersepeda mewujudkan masyarakat yang sehat, udara yang bersih dan kehidupan yang lebih baik melalui Aksi Sejuta Sepeda Satu Indonesia pada Minggu (5/6/2022), bergerak bersama dari Bandung Raya untuk Indonesia.
Forum yang hingga saat ini mewadahi lebih dari 300 komunitas pesepeda yang ada di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat tersebut, sukses melakukan aksinya dengan melibatkan 378 pesepeda dari berbagai komunitas pesepeda.
Kegiatan dilakukan bersinergi dengan unsur TNI dari Kodam Siliwangi, dilaksanakan di lapangan Kikav 4/THC Kodam III Siliwangi, Jalan Salak No. 2. Meski tidak ada sambutan khusus, kegiatan diawali dengan prakata dari Didi Ruswandi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) dan dari Letnan Kolonel Kav Bambang Winarmoto, Irutum It Pussenkav, atas nama tuan rumah.

Selanjutnya melakukan do’a bersama, selain untuk kegiatan juga memanjatkan do’a atas wafatnya Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, yang terseret arus air sungai Aare di Swiss dua pekan lalu. Berdoa dipimpin Rawi dari Paguyuban Sapeda Baheula Bandung (PSBB).
Mereka kemudian melakukan perajalanan bersepeda keliling kota terbagi dua kelompok dengan rute awal yang berbeda. Rute 1 dari lokasi kegiatan melalui Jalan Gatot Subroto, Asia Afrika, ABC, Braga, Viaduct, Wastukencana, Dago, Dayang Sumbi, Taman Sari, Taman Cikapayang, Dago, Diponegoro, Trunojoyo, LRE E Martadinata, Laswi, Gatot Subroto dan kembali ke Pussenkav. Rute 2 dari Jalan Gatot Subroto ke Laswi, Ahmad Yani, Kosambi, Asia Afrika, lanjut mengikuti rute 1.
“Gelaran event nasional yang diinisiasi oleh Bike To Work Indonesian ini, seyogyanya dimandatkan pada setiap korwil di kewilayahannya. Alhamdulillah, kegiatan di sini bisa terlaksana oleh tim yang solid dan memang sedikit ‘di luar batas kewajaran’, karena persiapannya hanya 2 hari setelah melalui perubahan dan sedikit kendala,” tutur Windu Mulyana dari tim Gerak Forkom Bandung Raya.
Lanjut Windu, selain berharap akan lebih banyak lagi giat serupa yang bersifat edukasi serta kampanye untuk kebaikan bumi kita bersama, gelaran acara tersebut moment bagi para pemimpin kota untuk lebih memberikan perhatian serta ruang bagi sepeda dan pesepeda. Khususnya Pemerintah Kota Bandung, untuk lebih serius dan fokus dalam memperbaiki kondisi kota ini yang sudah semakin tidak nyaman dan aman bagi anak-anak serta remaja.
Sementara itu, aksi serupa secara terpisah dilakukan oleh internal komunitas Federalist Bandung Indonesia (FBI), bersepeda dari taman ke taman dan melakukan bersih-bersih di taman kota serta oleh lintas komunitas yang terdiri dari Pindad Cycling Community (PCC), Petlipeut, Cepot Lipet Bandung (CLB), Brompton Komunitas Kota Kembang (Brokokok), dan Bandung Lipat Kuning (Balikin), bersepeda bersama dan gerakan menanam pohon.
Di sisi lain, pesepeda perorangan, keluarga, lingkungan warga dan berbagai komunitas pesepeda lainnya yang belum bergabung dengan Forkom Bandung Raya melakukan gowes mandiri ikut meramaikan Hari Sepeda dan Lingkungan Hidup Sedunia, seperti yang dilakukan “Boseh Sumatera 42” komunitas pesepeda alumni SMPN 2 Bandung yang melakukan gowes bareng dan aksi pungut sampah di halaman sekolah dan di seputaran Jalan Sumatera.

Kuat Kita Bersinar!
Usai pelaksanaan, di media sosial Forkom Bandung Raya menuturkan Aksi #sejutasepedasatuindonesia adalah sebuah gerakan bersama, dan Bandung Raya mengambil bagian sebagai upaya secara terus menerus menggelorakan gerakan bersepeda, tidak hanya untuk kesehatan diri dan rekreasi saja melainkan berperan serta menjadikan sepeda sebagai solusi dari permasalahan lingkungan dan kemacetan.
Kita semua memahami, arti sebuah gerakan akan terasa lebih ringan apabila dilaksanakan secara bersama sama. Bandung Raya telah melakukan itu, sebuah kebanggaan hadirnya unsur TNI, dalam hal ini Kodam Siliwangi.
Keterbukaan ruang kolaborasi TNI di Bandung Raya tidak akan terjadi hanya untuk saat ini saja dan pada kegiatan itu saja. Terima kasih kepada semua pihak, para Ketua Komunitas sepeda beserta para anggotanya, unsur pemerintahan dan unsur swasta.
Momentum ini harus kita manfaatkan dengan sebaik baiknya, terus menyuarakan dan melakukan kegiatan bersepeda secara bersama sama, karena kekuatan kebersamaan adalah modal besar untuk melakukan suatu perubahan yang baik.
Semoga dengan adanya kegiatan ini mampu memberikan dorongan kepada pemerintah untuk mejadikan sepeda sebagai salah satu kebijakan strategis dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya dalam mewujudkan kegiatan ini, serta para sahabat yang telah hadir bergerak bersama dalam Aksi Satu Juta Sepeda Satu Indonesia. Mari kita tunjukan bahwa pesepeda Bandung Raya bahu membahu membangun dan mendorong Bandung Raya sebagai Kota Ramah Bersepeda.
Salam sehat dan semangat dalam gerakan ke-bike-an, selalu bersepeda dengan bijak, tertib, dan beretika. Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.