METRUM
Jelajah Komunitas

Aksi “Sibulan” Dalam Penanganan Masyarakat Terdampak Pandemi

SIBULAN atau Berbagi Nasi Bergizi Untuk Lansia merupakan sebuah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Rukun Warga (RW) 05 Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Mereka didominasi ibu-ibu kader dan sahabat lansia yang dimotori oleh Hani Hadiani.

Gerakan yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Sahabat Bahagia pimpinan Sansan Sandriyana ini telah berjalan selama tiga tahun dengan membagikan nasi seminggu sekali setiap hari Jum’at kepada para lanjut usia yang ada di wilayah Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Sumur Bandung.  

Pemberian nasi tak hanya untuk para lanjut usia tapi  juga untuk layanan gizi balita (lazita) dan ibu hamil. Selain masak sendiri yang dananya dari kas pribadi maupun para donatur, SIbulan juga mendapat bantuan pasokan masakan dari beberapa hotel dan rumah makan.

Pembagian nasi untuk lansia (Dok. Sibulan).*

Semua kegiatan ini dilakukan oleh kader ibu-ibu, mulai dari mulai ke pasar, memasak, hingga menyiapkannya. Dan, proses membagikannya dibantu oleh para relawan muda dari Gerakan Disiplin Sukajadi (GDS) dan para mahasiswa yang sekaligus tengah melakukan penelitian untuk bahan skripsi.

Dapur umum Penanganan Masyarakat terdampak pandemi (Dok. Sibulan).*

Kegiatan juga diisi dengan home care yaitu layanan kesehatan untuk lansia dan lazita yang sedang sakit dengan cara mendatangi ke rumah-rumah dan kegiatan ini bekerja sama dengan lembaga kesehatan. Selain itu, ada kegitan gerakan pungut sampah yang bekerja sama dengan lembaga peduli lingkungan.

Aksi di Tengah Pandemi

Sejak terjadinya wabah covid-19 sekitar tiga bulan yang lalu, kegiatan sibulan terhenti. Namun, mereka melakukan aksi dan kegiatan dalam rangka penanganan untuk masyarakat terdampak pandemik, khususnya untuk masyarakat di wilayah kecamatan Sukajadi.

Pembagian Jamu sehat Sibulan dan Masker (Dok. Sibulan).*

Kegiatan diawali dengan kegiatan sosialisasi tentang Covid-19 dan pembagian masker non medis dari Sahabat Uncle Teebob kepada masyarakat berbarengan dengan kegiatan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah yang dilaksanakan oleh Rukun Warga (RW) 05 Kelurahan Sukagalih, Sukajadi.

Kemudian memproduksi Jamu Sehat Sibulan pesanan para donatur yang dibagikan kepada para petugas dan relawan kesehatan penanganan covid-19 dan masyarakat terdampak lainnya. Beberapa donatur pemesannya antara lain ibu Flo seorang akvitis sosial dan Handi Bonni seorang ustad muda dari Bandung.

Kelebihan produksi jamu dibagikan juga kepada para petugas kebersihan, petugas kesehatan masyarakat, lansia, kader dan sebagainya di wilayah Sukajadi. Jamu sehat ini juga dijual untuk khalayak umum dan sebagian hasilnya digunakan untuk pembelian logistik kesehatan yang didonasikan kepada para petugas dan relawan medis dalam penanganan covid-19 dan lain-lain.

Sosialisasi Covid-19 kepada masyarakat (Dok. Sibulan).*

Selanjutnya membuat masker non medis dari kain perca untuk dijual dengan harga murah meriah kepada masyarakat umum. Salah satu pembelinya adalah Ibey Budiman dari gerakan Bike To Work Kabupaten Purwakarta. Ibey bersama rekan-rekannya melakukan pembagian masker non medis bersamaan dengan pembagian sembako untuk masyarakat di Purwakarta.

Tak hanya pembagian masker dan jamu sehat, Sibulan juga membagikan pampers anak dan dewasa, sembako, kue lebaran dan kerudung. Semua kebutuahan tersebut sebagian didapat juga dari bebeberapa donatur, salah satunya Anita dari Atjeh Conection.

Kegiatan lainnya adalah membuat dapur umum untuk memasak makanan yang dibagikan kepada masyarakat terdampak dan kaum dhuafa di wilayah kelurahan Sukagalih, Sukajadi. Acara ini dilaksanakan seminggu dua kali setiap hari Selasa dan Jum’at.

“Dana kegiatan dapur umum kami dapat dari para donatur diantaranya dari dr. Yenni, dr.Shinta, Rita Kurniasih dan Erwin Moroon. Kegiatan dilakukan sepanjang bulan Ramadan. Jika kedepan masih ada donasi, kegiatan dapur umum ini akan terus berlanjut,” ujar Ketua Yayasan Rumah Sahabat Bahagia, Sansan Sandriyana yang akrab dipanggil abah.

Pembagian sembako (Dok. Sibulan).*

Tanggal 29 Mei merupakan Hari Lansia Nasional (HALUN). Setahun yang lalu, dalam rangka HALUN tersebut Sibulan mengadakan kegiatan buka puasa bersama dan pembagian bingkisan lebaran untuk 250 lansia. Namun tahun ini, karena terjadi musibah wabah virus corona kegiatan ini ditiadakan. Sebagai gantinya, Sibulan melakukan aksi di tengah pandemi seperti yang sudah diuraikan di atas. Barakallah.

Semoga saja badai corona segera berlalu dan Sibulan dapat kembali beraktivitas. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, mohon maaf lahir dan batin. (Cuham)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: