Alex Honnold Tantang Maut, Siap Panjat Taipei 101 Tanpa Pengaman
TAIWAN, ROC (METRUM) – Sebuah aksi ekstrem yang menantang batas kemampuan manusia menjadi perhatian dunia. Alex Honnold, legenda panjat tebing asal Amerika Serikat, bersiap melakukan free solo climb di Taipei 101, salah satu gedung pencakar langit paling ikonik di dunia. Tanpa alat pengaman, tantangan ini disebut para ahli setara dengan tingkat kesulitan ekstrem.
Rintangan pertama datang dari faktor alam. Dengan ketinggian mencapai 508 meter, Taipei 101 memiliki kondisi cuaca yang kerap berubah drastis. Angin kencang dengan arah tak menentu serta tingkat kelembapan tinggi membuat permukaan bangunan menjadi licin dan berisiko tinggi.
“Angin di ketinggian dapat mendorong tubuh pemanjat dan mengganggu keseimbangan,” ujar konsultan cuaca Cheng Ming-dean. Ia menilai kondisi cuaca di puncak gedung saat ini jauh dari ideal untuk aksi semacam itu.
Tantangan berikutnya terletak pada desain arsitektur Taipei 101. Bangunan yang menyerupai ruas bambu ini dilengkapi ornamen khas berbentuk koin dan awan keberuntungan, menciptakan permukaan yang tidak rata. Setiap delapan lantai, struktur gedung juga sedikit miring ke dalam sekitar 7 derajat, menambah tingkat kesulitan jalur panjat.
Aspek teknis menjadi tantangan ketiga. Dinding luar gedung yang didominasi kaca dan panel aluminium memiliki tingkat gesekan jauh lebih rendah dibandingkan permukaan batu alam. Analisis fisika menunjukkan Honnold harus mengerahkan kekuatan genggaman hingga 1,3 kali lebih besar dari biasanya hanya untuk menopang berat tubuhnya.
Aksi ini bukan sekadar uji ketahanan fisik, tetapi juga pertarungan melawan hukum alam serta desain rekayasa modern. Rencana pendakian ekstrem Alex Honnold dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan akan disiarkan secara langsung melalui jaringan P2P Netflix. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.