METRUM
Jelajah Komunitas

Apa Fungsi Sel Darah Putih Pada Tubuh?

TUBUH kita dapat berfungsi sebagaiamana mestinya karena sistem pertahanannya yang dapat diandalkan. Sistem imun kita adalah suatu sistem pertahanan yang menangkal infeksi dan penjajah dari luar tubuh, bekerja tanpa henti untuk memastikan kesehatan kita tidak terganggu. Tanpa mereka, nyawa mereka akan selalu terancam di saat terpapar sesuatu yang asing. Tapi, apakah kalian tahu apa saja sel darah putih atau “Leukosit” yang merupakan bagian dari sistem tersebut.

Pertama, mari kita lihat organ-organ yang terlibat dalam sistem ini. Terdapat 8 yang akan dibahas, yaitu adenoid, pembuluh darah, sumsum tulang, kelenjar getah bening, pembuluh limfa, limpa, timus, dan amandel.

1. Adenoid

Suatu kelenjar yang berlokasi di bagian atas di dalam mulut kita, yang bertanggung jawab dalam memproduksi sel darah putih atau antibodi yang akan mengecil seiring waktu dan menghilang di saat kita sudah dewasa.

2. Timus

Bertanggung jawab dalam memproduksi dan pematangan sel-sel imun, yang juga menghilang setelah pubertas.

3. Sumsum tulang

Suatu jaringan yang ditemukan di rongga-rongga tulang yang memproduksi antibodi.

4. Kelenjar getah bening

Suatu organ yang terletak di beberapa lokasi di seluruh tubuh, seperti ketiak, supra dan infraclavicular, dan lain-lainnya. Organ ini membantu menyaring suatu cairan yang disebut “getah bening” yang berisi sel darah putih. Mereka saling terhubung oleh pembuluh limfa.

5. Pembuluh limfa

Saluran yang membawa cairan jelas atau keputih-putihan, yang disebut getah bening. Cairan ini memasuki pembuluh dengan cara berdifusi ke dalam kapiler limfa kecil yang terjalin di antara kapiler sistem kardiovaskuler.

6. Limpa

Tempat dimana sel darah putih tersimpan

7. Amandel

Bertugas menjebak kuman yang terkadang kita hiurup dan mengeluarkan antibodi untuk melawan kuman-kuman tersebut.

8. Pembuluh darah

Berfungsi sebagai jalur untuk sel darah putih berkeliling ke seluruh tubuh.

Setelah mengetahui organ-organ yang terlibat dalam sistem imun kita, mari kita lihat macam-macam selnya. Sel-sel darah putih ini dibagi menjadi 2 grup yaitu “Granulosit” dan “Agranulosit”.

Granulosit

(Sumber foto: hisham.id).*

Terdapat basofil yang akan aktif pada reaksi alergi. Disaat terinfeksi, sel ini akan mengeluarkan suatu zat kimia bernama “histamin”, suatu pertanda akan reaksi alergi. Histamin juga membantu dalam vasodilatasi agar pembuluh darah dapat berdilatasi dan memudahkan sel darah putih keluar dari pembuluh untuk membantu melawan infeksi.

Selanjutnya ada eosinofil yang terlibat dalam kekebalan terhadap dalam parasit. Yang terakhir ada neutrophil dibagi menjadi 2 yaitu “neutrophil batang” dan “segment”. Mereka bertugas sebagai garis pertahanan pertama dalam melawan infeksi, bakteri, atau jamur.

Agranulosit

(Sumber foto: hisham.id).*

Terdapat lymphocyte dan monocyte. Lymphocyte ini mempunyai sel tipe T dan B. Sel T akan menstimulasi sel B untuk bekerja atau secara langsung melawan infeksi seperti bakteri, firus, jamur, dan lain-lainnya. Sel B akan fokus dalam mebuat protein bernama antibodi yang akan bertarung melawan infeksi. Sedangkan pada saat infeksi, monocyte akan bergerak keluar dari pembuluh darah dan berkembang menjadi sel yang bernama “makrofag” yang akan menelan seluruh benda asing dan menghancurkannya di dalam.

Begitulah struktur dari sel darah putih, bagian dari sistem imun tubuh kita dalam menjaga kesehatan melalui benda-benda asing yang berusaha masuk. Tanpa mereka, benda-benda asing tersebut akan masuk dan tanpa terdeteksi dan menyebar, lalu tumbuh dan dapat berakibat fatal. Walaupun dalam beberapa infeksi, dibutuhkan beberapa hari bagi tubuh kita untuk membuat cukup banyak sel yang bertugas melawan benda-benda asing ini. Maka dari itu, beberapa gejala dapat timbul sementara. (Matthias Ekaputra W/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: