METRUM
Jelajah Komunitas

Artefak 2, Tanda Kenangan Alumni di Jabat Akbar

ADA yang berbeda pada perhelatan reuni lintas angkatan “Jabat Akbar III” Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Bandung kali ini. Setelah dua kali berturut-turut diselenggarakan di luar sekolah, tepatnya di Bumi Sangkuriang seputaran Ciumbuleuit Kota Bandung, tahun ini lokasi Jabat Akbar akan berlangsung di sekolah.

Tentunya hal ini akan membuat para alumni merasakan kembali kenangan dan ingatan mereka saat bersekolah dahulu. Apalagi bagi mereka yang sudah lama tidak pernah melihat atau menginjakkan kakinya lagi di sekolah karena tinggal di luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri.

Sejatinya, mereka bakal merasakan kembali “Back to School”, quantum leaf bercengkrama bersama teman sebaya, bernostalgia, mengingat dan mengenang kembali suasana ketika mereka sekolah dulu.

Gedung SMPN 2 Bandung.*

Lebih jauh, acara Jabat Akbar III kali ini, selain untuk mempererat tali silaturahim antar alumni, juga menunjukkan peran dan kontribusi para Alumni untuk sekolah tercinta. Salah satu wujud bakti untuk sekolah di Jabat Akbar kali ini adalah “Seremoni Pembuatan Artefak 2”.

Rencananya, pada saat perhelatan Jabat Akbar III pada Sabtu, 27 April 2019 mendatang, pada pukul 15.00-15.30 WIB di Kampus SMP Negeri 2 Bandung, Jl. Sumatera No.42 Bandung, setiap angkatan akan terlibat dalam pembuatan artefak ini. Panitia penyelenggara Jabat Akbar akan meminta kepada perwakilan tiap angkatan untuk menulis dalam secarik kertas berukuran 1/4 kertas A4. Di dalamnya akan tertulis kesan, pesan, kata mutiara, kata bijak yang ditujukan untuk civitas akademika SMP Negeri 2 Bandung dan juga siswa-siswinya.

Artefak berupa patung ini nantinya akan menjadi landmark, sesuatu penanda yang mudah dilihat atau dikenal di lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Bandung. Menjadi tanda, simbol kenangan dari para alumni untuk sekolah.

Dalam pelaksanaanya, seremoni pembuatan artefak 2 ini akan dipandu oleh Kang Goy Gautama, seorang seniman patung lulusan SMPN 2 Bandung Angkatan 1979.

Panitia berharap, setelah acara seremoni artefak selesai, bakal banyak alumni yang memberikan dan menyalurkan bantuan bagi penyelesaian “Taman Dua” yang saat ini baru dikerjakan setengah jalan, agar lingkungan sekolah bertambah asri, nyaman, cantik dan indah dipandang mata, sehingga membuat betah siapapun yang berkunjung ke sekolah yang dulu bernama Indofuropese Vereneging Kubbk School saat tahun 1948.

Sementara itu, Ketua Panitia Jabat Akbar III, Nanang K. Soemita menyarankan untuk alumni yang akan datang ke sekolah untuk memakai jasa transportasi angkutan online, karena panitia tidak menyediakan lahan parkir di lingkungan sekolah.

Kemudian Nanang menambahkan, lahan parkir khusus hanya disediakan untuk untuk mobil unik yang mewakili tiap angkatan (hanya disediakan untuk 8 buah kendaraan), motor 10 dan 10 sepeda, juga bisa sekaligus sebagai photo corner.

“Kami juga akan memajang barang kenangan atau jadul untuk menghias lorong dari pintu gerbang masuk ke dalam halaman dalam sekolah. Barang-barang itu bisa berupa boster group band, baju trend kala itu, tape player kaset, radio butut, piringan hitam, mesin tik, pesawat telpon, pager, CPU jadul, TV baheula, sepatu roda, sepatu/sendal jadul, kotak magic, game watch, congklak, nintendo, view master, VHS + film betamax. Mohon akang teteh dapat meminjamkannya. Terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya,” ujar Nanang, alumni SMPN 2 Bandung Angkatan 1981 ini. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.