METRUM
Jelajah Komunitas

Asuransi Kesehatan dan Riwayat Perjalanan Jadi Kisah Sukses Pencegahan Pandemi di Taiwan

HASIL tugas pencegahan pandemi Taiwan kembali menuai pujian dari dunia internasional. Dewan Administrasi Asuransi Kesehatan atau NHI di saat pandemi COVID-19 pertama kali merebak, memadukan sistem pendataan riwayat perjalanan, sehingga para petugas yang berada di barisan terdepan dapat melakukan pemisahan penyelidikan, dimana semua ini menjadi bagian penting dalam tugas pencegahan penularan pandemi, yang mana sekaligus terpilih sebagai contoh teladan dari International Hospital Federation atau IHF.

International Hospital Federation adalah organisasi nirlaba terbesar yang juga adalah rekan mitra Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO, serta organisasi yang paling diakui oleh dunia. Dalam kondisi pandemi COVID-19 yang terus merebak, IHF memilih 103 rumah sakit di seluruh dunia yang turut memberikan kontribusi besar dalam hal penanganan kasus COVID-19, selain itu juga sekaligus memilih 5 contoh teladan yang patut ditiru oleh yang lainnya, salah satunya adalah Dewan Administrasi Asuransi Kesehatan Taiwan atau NIH.

Kepala NIH Lee Po-chang pada Jumat (25/12/2020), seperti dilansir dari RTI, menyampaikan bahwa sehubungan dengan terus merebaknya kasus pandemi COVID-19 di dunia, maka banyak instansi kesehatan yang melakukan kolaborasi lintas batas, guna dapat saling melakukan interaksi pertukaran informasi yang sebenarnya memiliki banyak kendala dan halangan pada saat di lapangan.

Hal ini sekaligus memberikan dampak pengaruh terhadap hak para pasien, banyak rumah sakit yang mau tidak mau harus mengambil jalan baru atau melakukan inovasi saat memberikan perawatan, dimana semua perubahan yang ada turut mempercepat proses reformasi pelayanan medis kedokteran yang ada.

Lee Po-chang menjelaskan bahwa pihak NIH menggunakan sistem komputasi awan, dengan memadukan data informasi imigrasi bandara, sehingga para petugas yang berada di garda terdepan dapat dengan mudah mengetahui kondisi serta riwayat perjalanan setiap penumpang, termasuk jenis pekerjaan, riwayat interaksi, riwayat pertemuan atau perkumpulan, dimana semua ini akan menjadi bahan rujukan penting bagi pihak rumah sakit saat melakukan eksekusi berkenaan dengan kondisi yang dialami oleh pasien.

Berkat bantuan teknologi digitalisasi yang ada di tengah-tengah situasi pandemi, maka pihak IHF menilai apa yang dilakukan oleh pihak Taiwan, menjadikan Taiwan memiliki jumlah kasus positif yang rendah dan persentase kematian yang kecil.

Lee Po-chang menyebutkan jika pengakuan yang diperoleh dari pihak IHF kali ini, kembali membuktikan jika dunia internasional mengakui hasil tugas pencegahan penularan pandemi yang dilakukan oleh pihak Taiwan, sehingga mampu menjadi contoh teladan yang patut ditiru oleh dunia.

Hal ini tidak semata menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Taiwan, juga sekaligus mampu menunjukkan kepada WHO akan peran serta Taiwan dalam memberikan kontribusi kepada dunia, dan berkompeten untuk menjadi salah satu anggota dari WHO sendiri. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: