METRUM
Jelajah Komunitas

Bersepeda Menjaga Bumi

BUMI yang kita pijak sudah semakin kritis, lingkungannya semakin rusak, dan iklim pun menjadi tidak menentu. Salah satu faktornya  adalah karena pola hidup kita sebagai manusia yang tidak bijak terhadap alam dan lingkungan.

Ketergantungan kita terhadap penggunaan kendaraan bermotor yang tak terkendali menyebabkan kemacetan dan polusi udara luar biasa. Kesadaran dan kepedulian pun kian menipis tidak mengimbangi perkembangan modernisasi.

Ironisnya, kita sendiri merasa dimanjakan oleh kemudahan kita memiliki kendaraan bermotor. Alhasil, dewasa ini banyak keluarga yang memiliki kendaraan sendiri-sendiri.

Selamatkan bumi dengan bersepeda (Dok.Cuham).*

Kondisi tersebut menjadi masalah utama yang dihadapi, khususnya di kota-kota besar. Kenyamanan hidup di kota nyaris menghilang akibat kemacetan dan polusi udara serta polusi suara yang terjadi tiap hari. Tak hanya dari emisi gas buang kendaraan bermotor, pencemaran udara juga terjadi dari asap cerobong industri dan asap dapur. 

Di Kota Bandung contohnya, sumber polusi udara dari gas buang kendaraan bermotor merupakan kontribusi utama. Sebanyak 79,2% polusi udara di kota ini dihasilkan dari kegiatan transfortasi darat, 13,25% dihasilkan dari gas buang cerobong asap industri dan sebanyak 7,55% dihasilkan dari kegiatan pembakaran lain seperti rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan dan lain-lain.

Meskipun sesekali turun hujan, tetapi pada saat udara cerah sejak pagi sampai sore hari langit kota tidak biru lagi dikarenakan udara kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan umat manusia.

Banyak dampak negatifnya diantaranya adalah penyakit saluran pernafasan akut, asma dan kanker paru-paru. Celakanya, para penderita maupun keluarganya tak menyadari bahwa itu semua berasal dari polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor.

Jika kita menghadapi semua itu hanya dengan pasrah, malas, keluh-kesah dan caci-maki, tak membuat bumi menjadi lebih baik, yang harus kita lakukan adalah melakukan solusi agar bumi ini terjaga dari kerusakan lebih parah lagi.

Tim pesepeda Jelajah Bumi (Dok. Dadan Sujana).*

Bersepeda menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat kita lakukan. Bisa menimimalisir kemacetan, tidak mengeluarkan polusi dan tentu saja bermanfaat bagi kesehatan.

Dengan bersepeda kita bisa melakukan hal positif lainnya terhadap lingkungan seperti menanam pohon, membawa tumbler, tidak membuang sampah sembarangan dan sebagainya.  Ini yang dinamakan dengan istilah Environmental Action Other Environmental Action, yaitu melakukan aksi lingkungan dengan aksi lingkungan lainnya.

Manfaat bersepeda

Banyak manfaat yang ditimbulkan akibat kita gemar bersepeda. Selain terciptanya kesenangan tersendiri bagi yang melakukan, juga merasakan sensasi mengayuh di atas sadel.

Apalagi jika dilakukan rutin tiap hari secara teratur dan menjadikan sepeda sebagai moda transportasi. Tak hanya menjaga bumi tetap baik, namun juga membuat diri kita sehat jiwa dan raga.

Dari segi kesehatan, diperoleh manfaat yang sangat penting. Dengan besepeda, detak jantung akan mengalami peningkatan hingga nafas menjadi berat. Hal ini membuat sirkulasi darah meningkat dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas dan penyakit jantung.

Katakan cinta dengan bersepeda (Eco Transport).*

Bersepeda juga dapat membakar kalori hingga 300 kalori tiap 30 menit. ini terbukti sangat efektif dalam program penurunan berat badan. Beberapa penelitian juga menujukkan bahwa bersepeda terbukti efektif dalam mengurangi stres dan depresi.

Selain itu, bersepeda juga bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri dan membuat anda lebih menghargai diri sendiri. Meningkatkan stamina dan memperkuat otot-otot sehingga dapat menjaga keseimbangan dan stabilitas tubuh.

Lebih jauh, bersepeda sebenarnya merupakan salah-satu olahraga yang mudah dilakukan oleh setiap orang. Dengan bersepeda, membuat badan kita menjadi bugar dan rasa percaya diri meningkat, serta memperoleh kebahagian hidup yang menyenangkan.

Pada akhirnya, bersepeda menjadi salah satu upaya kita untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Meski belum terbukti secara utuh, setidaknya dengan bersepeda dan juga diimbangi mengonsumsi asupan yang baik dan sehat dapat meminimalisir kita dari serangan berbagai penyakit, termasuk serangan virus covid-19 yang tengah mewabah saat ini. Mari kita bersepeda! Salam boseh dan go green. (Cuham, Forkom Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya. Tema tulisan ini diangkat dalam Program “Republik Boseh” di Metrum Radio, Jum’at 6 Maret 2020)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: