METRUM
Jelajah Komunitas

Bijak Saat Bersepeda

BERSEPEDA memang menyenangkan dan menyehatkan, apalagi dilakukan dengan teratur, santun dan bijak. Artinya, menyesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuan serta kondisi kelayakan sepedanya. Banyak teman-teman pesepeda terutama yang baru bersepeda terkadang sudah merasa kuat dan mampu, tanpa menyadari batasannya.

Bike edukasi bersepeda aman (Dok. Roda Ria).*

Baru-baru ini publik pesepeda, khususnya di Bandung dikejutkan kembali oleh kejadian 3 pesepeda meninggal karena persoalan kesehatan saat bersepeda. Ironisnya, Bandung sering mengadakan edukasi, penyuluhan atau sosialisasi cara bersepeda dengan aman.

Untuk itu kepada rekan-rekan pesepeda baik perorangan maupun komunitas, untuk senantiasa berkenan mencari informasi tips cara bersepeda dengan baik. Sudah banyak media, tautan berbasis digital, fanpage group pesepeda yang menyajikan informasi-informasi tersebut.

Kemudian sering-seringlah ilmu itu diserap dan selalu disampaikan kepada teman atau anggota komunitas pesepedanya saat akan memulai bersepeda.  Meski Sudah banyak pesepeda yang paham soal keselematan bersepeda, tak ada salahnya saling mengingatkan kembali agar kita tetap bijak dalam mengayuh di atas sadel. Berikut ini tips-nya:

(Dok. Cuham).*

Tanda-tanda Awal Kita Mencapai Batas Kemampuan Bersepeda dan Berolahraga

Ini hubungan antara tenaga, kebutuhan oksigen dan detak jantung. Otak kita saat berolahraga sangat membutuhkan supply oksigen yang cukup, yang dibawa oleh darah, dan dipompa oleh jantung. Sementara jantung memiliki kemampuan beragam bagi tiap orang, tergantung kondisi jantung, penyakit bawaan dan umur tiap orang.

Khusus berdasar umur rumusnya kira-kira: 220 – umur. Misal, 220 – 47 = 173, segitu lah kira-kira kita boleh memaksa jantung bekerja, 173 kali per menit. Tapi bisa lebih hanya untuk mereka yang sangat terlatih, dan bahkan bisa kurang untuk mereka yang tidak terlatih/jarang berlatih. Membatasi dengan rumus, (220 – umur) – 10, untuk main aman.

(Dok. Indonesia Bersepeda).*

Sedang tanda-tanda jantung telah hampir sampai kemampuan maksimalnya saat berolahraga antara lain:

  • Tahap 1, tubuh terasa panas. Saat mendekati batas maksimal kerja jantung.
  • Tahap 2, sulit mengatur nafas. Sampai disini wajib mengurangi; kecepatan gerakan kaki atau bermain power.
  • Tahap 3, berkunang-kunang dan/atau mual. Wajib berhenti.
  • Tahap 4, blackout atau pingsan. Tahap ini bisa langsung ke tahap selanjutnya.
  • Tahap 5, jantung berhenti bekerja     

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  1. Tidak melap tubuh saat berkeringat sebelum sampai tempat istirahat/finish. Karena tubuh mengeluarkan lendir untuk mengurangi penguapan berlebih yang bisa saja terhapus saat melap tubuh. Setelah kering kita biasa menyebutnya garam.
  2. Selalu minum saat mulut terasa kering dan badan terasa panas secukupnya, biasanya membatasi 4 – 7 teguk.
  3. Selalu menggunakan baju quick dry supaya pendinginan tubuh dengan penguapan keringat terus terjadi. Jika tidak menggunakan baju tersebut bisa dengan mengganti baju kering atau memeras agar baju tidak penuh dengan keringat dan menghambat angin.
  4. Tidak langsung duduk atau rebahan saat istirahat.
  5. Jangan memaksa diri jika sudah tidak kuat atau tidak sehat, dan jangan tinggalkan teman yang sudah mengalami kunang-kunang dan mual jika olahraga bersama. (Source: dr.Sonny Gosal AIFO K3 Siloam Hospitals Group)

Tip di atas dikutip dari tulisan saya bertajuk “Mengayuh Tak Harus Rusuh” yang dimuat di media Portal Sepeda, edisi Rabu, 23 Oktober 2019.

(Dok. Eco.Transport).*

Tips Keselamatan Bersepeda di Jalan Raya

  1. Berpakaianlah dengan benar. Pakailah helm dan pakaian berwarna terang. Pada musim hujan, gunakan jas hujan yang tidak mengganggu kenyamanan, keseimbangan, dan kendali atas sepeda
  2. Patuhi rambu dan peraturan lalu lintas. Tak ada bedanya dengan pengguna jalan yang lain, pesepeda mesti mematuhi rambu dan perturan lalu lintas. Jika kita sendiri tidak tertib, bagaimana kita bisa menuntut pengguna jalan lain untuk berperilaku tertib?
  3. Jangan pernah bersepeda melawan arus jalan. Pengemudi kendaraan bermotor tak akan memperhatikan sepeda yang melaju di jalur jalan yang salah. Hukum dan akal sehat mengharuskan pesepeda menggunakan jalan seperti pengemudi kendaraan lainnya.
  4. Jangan memakai headphone (earphone) – pakailah helm, jangan menggunakan piranti headphone (dari walkman maupun handphone). Menurut penelitian, telinga yang tertutup rapat bisa mengurangi kewaspadaan pesepeda terhadap keadaan sekelilingnya.
  5. Siapkan kedua tangan untuk mengerem. Anda mungkin tidak bisa langsung berhenti jika mengerem hanya dengan satu tangan. Jangan bersepeda terlalu dekat di belakang kendaraan lain, selalu siapkan jarak aman pengereman. Apalagi pada musim hujan karena rem selalu menurun efisiensinya manakala basah
  6. Perhatikan jalan di samping dan belakang Anda. Belajarlah memindai keadaan jalan di samping dan di belakang Anda tanpa harus kehilangan keseimbangan dan kendali Anda pada sepeda.
  7. Jangan menyalip dari kiri. Pengemudi kendaraan bermotor biasanya tidak akan menduga kalau ada sepeda yang menyalip dari kiri, sehingga mereka juga tak siap dengan situasi terburuk yang muncul dari keadaan ini
  8. Jangan melewati garis pembatas jalan. Ketika akan menyalip, pastikan Anda tidak melewati garis pembatas jalan. Demikan halnya manakala lalu lintas dalam keadaan padat.
  9. Gunakan lampu pada malam hari. Selain membantu Anda untuk melihat arah dan kondisi jalan, lampu membantu pengemudi kendaraan lain di depan untuk melihat keberadaan Anda. Tambahkan juga lampu di bagian belakang sepeda, atau sekurang-kurangnya reflektor
  10. Gunakan tangan Anda untuk memberi tanda. Gunakan tangan untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain tentang arah mana Anda akan melaju. Ini memang aturan tak tertulis bagi pengguna sepeda, tetapi penting bagi keamanan Anda sendiri.
  11. Rawat dan jagalah kondisi sepeda Anda – lakukan perawatan rutin sehingga sepeda Anda bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Gantilah rem dan ban secara berkala. Merawat sepeda itu mudah, Anda bisa belajar dan melakukannya sendiri. (sumber: Bike To Work Indonesia)                                                  

Sebagai catatan, “Bijak Saat Bersepeda” juga menjadi tema dalam Talkshow Republik Boseh di Metrum Radio pada Jum’at, 13 Maret 2020 lalu. (Cuham, Bersepeda itu Baik/BEIB)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: