METRUM
Jelajah Komunitas

INDIE-GO Majalaya, Lahir dari Sesama Pekerja Pesepeda

MENDENGAR kata Majalaya, yang merupakan daerah terbesar dan tersibuk di Kabupaten Bandung, kita diingatkan sebuah pusat kota yang cukup semrawut, terutama karena arus lalu lintasnya yang padat dengan deru kendaraan bermotor, ditambah arus delman yang hilir mudik dari berbagai arah. Di musim panas, kita harus berjibaku dengan debu, sedangkan musim penghujan sering menghadapi banjir cileuncang dan becek.

Selain Banjaran dan Dayeuh Kolot, Majalaya juga cukup terkenal sebagai daerah yang banyak berdiri pabrik-pabrik terutama tekstil dan garmen, sehingga menjadi daerah yang dinilai pertumbuhan ekonominya paling menonjol. Dan jangan heran jika daerah tersebut dipadati jutaan karyawan pabrik.

Namun demikian, daerah tersebut melahirkan banyak orang kreatif terutama di bidang seni dan musik. Di era digital ini, telah menumbuh-suburkan konten kreator media sosial seperti youtube atau apa yang kita sebut sebagai youtuber.

Meski makin tergerus oleh pembangunan dan pertambahan penduduk, Majalaya tetap memiliki pesona dan daya tarik sebagai salah satu daerah tujuan wisata alam karena masih menyisakan banyak pemandangan alam yang memukau nan menghijau.

Bersepeda ke Cijapati, Majalaya (Foto: Dok. IM).*

Di Majalaya juga terdapat trek-trek atau tujuan bersepeda yang sangat populer di kalangan pegiat sepeda Bandung Raya, seperti Jembatan Bukit Kamojang (Kamojang Hill Bridge) atau dikenal juga dengan sebutan Jembatan Kuning  (Yellow Bridge). Selain itu, ada Mata Air Cempaka, Cijapati, Gerindra, Gunung Bongkar, Santorini, dan Cikawao.

Pegiat sepeda di wilayah ini cukup banyak, di antara mereka ada yang berprofesi sebegai pekerja, khususnya karyawan pabrik. Sebagian sudah lama terbiasa sebagai pesepeda harian, bike to work atau bike to factory.

Itulah yang kemudian menginspirasi Anto Santosa bersama rekan-rekan pekerja lainnya yang memiliki hobi atau budaya bersepeda dengan membentuk komunitas persepeda yang diberi nama Independent Gowes (INDIE-GO) Majalaya. Kehadirannya menambah khazanah komunitas pesepeda di wilayah Majalaya yang terus bermunculan.

Komunitas pesepeda yang bermotto “BANGUN GOWES BANGUN SEHAT” tersebut didirikan pada Sabtu, 4 Agustus 2018, bergenre sepeda campuran dan saat ini beranggotakan 30 pesepeda dan mendapuk Anton Santosa sebagai ketuanya. Indie-Go Bermarkas di Komplek Sadang, Kecamatan Majalaya.

Kegiatan bersepeda yang mereka lakukan tidak teratur karena disesuaikan dengan jadwal libur mereka dan agak sulit bisa bersepeda bersama sumuanya terkait jadwal liburnya yang berbeda-beda. Trek-trek sepeda yang dilaluinya dominan seputar Bandung Raya, selain yang ada di Majalaya juga beberapa trek di tempat lainnya seperti Palintang, Tahura Juanda, Tangkuban Perahu, Curug Citambur, dan Bukit Teletabis. 

Sementara bersepeda jarak jauh memang jarang dilakukan mengingat waktu dan kesempatannya yang jarang ada, tapi beberapa kali pernah melakukanya, yaitu mengikut Gobring (Gowes Ngabring) ke Pangandaran bersama gabungan pesepeda se-Kecamatan Majalaya, bersepeda ke Bendungan Jati Gede, Sumedang, Cianjur, dan Pantai Santolo Garut via Pangalengan.

Selain kegiatan bersepeda reguler, mereka juga pernah mengikuti kegiatan bersepeda sambil melakukan aksi lingkungan penanaman pohon. Kegiatan tersebut dilakukan di Palasari, dilaksanakan oleh komunitas pesepeda Penikmat Jalan dan Tanjakan (Pejantan) Kota Bandung.

Penanaman pohon bersama Pejantan (Foto: Dok. IM).*

Pernah pula mengikuti kegiatan Bandung 1.000 Sepeda yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Kota Bandung bersama Bandung Eco Transport. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Perhubungan Nasional tahun 2018.

Indie-Go Majalaya sudah tergabung di Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya (Forkom Bandung Raya) sejak tahun 2020 dan tercatat di data base sebagai anggota ke-157. Pernah  mengikuti kegiatan gerakan Edukasi Kampanye Pesepeda Tertib Lalu Lintas (SIKASEP TERLALU) wilayah timur di Summarecon yang dilaksanakan Forkom Bandung Raya.

“Bagi yang berkenan ingin melihat beberapa kegiatan bersepeda yang kami lakukan, kunjungi saja media sosial kami yaitu IG @indiegomajalaya. Jangan lupa difollow ya, hatur nuhun,” tutur Anto.

Salam sehat, semangat, dan tetap waspada. Selalu menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan. Selalu bersepeda bijak, tertib, dan beretika serta menginspirasi dalam ke-bike-an. Semoga pandemi segera berlalu. Salam Boseh dan Go Green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***

komentar

1 Komen
  1. […] Jika diperhatikan dari segi peralatan, bersepeda dengan cara ini merupakan penggabungan dari hobi berkemah dan bersepeda. Kondisi ideal dalam bersepeda yang paling mendasar adalah menggunakan jenis sepeda sesuai peruntukannya/aktivitasnya. BACA: INDIE-GO Majalaya, Lahir dari Sesama Pekerja Pesepeda […]

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.