METRUM
Jelajah Komunitas

Bukan Cuma Tempat Berobat! Puskesmas di Bandung Bertransformasi: Buka 24 Jam Hingga Sediakan Psikolog

KOTA BANDUNG (METRUM) – Puskesmas di Kota Bandung kini tak lagi sekadar menjadi tempat penanganan saat fisik jatuh sakit. Lewat transformasi paradigma “Puskesmas untuk Semua”, fasilitas kesehatan tingkat pertama ini dirombak menjadi pusat pelayanan ramah, cepat, dan profesional yang mengawal kesehatan warga sejak lahir hingga lanjut usia.

Isu transformasi ini menjadi sorotan utama dalam Talkshow Radio Sonata pada Rabu (2/9/2026) yang menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani.

DPRD Soroti Kesetaraan Akses dan Kualitas SDM

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Agung Firmansyah Sumantri, menekankan bahwa kepercayaan publik terbangun dari pengalaman nyata saat mengakses fasilitas kesehatan. Masyarakat membutuhkan pendaftaran yang cepat, penanganan medis profesional, serta penjelasan kondisi kesehatan yang transparan dan mudah dipahami.

Agung mengingatkan Pemkot Bandung agar pembenahan fisik gedung tidak mengabaikan kualitas operasional.

“Jangan sampai kita memiliki gedung puskesmas yang bagus, tetapi masyarakat masih menghadapi antrean yang panjang atau obat yang tidak tersedia. Prinsipnya, gedung diperbaiki, alat dilengkapi, tetapi SDM juga diperkuat dan pelayanan harus semakin baik,” tegas Agung.

Ia juga menjamin bahwa seluruh warga Kota Bandung berhak atas kesetaraan akses medis yang seragam tanpa dibeda-bedakan berdasarkan wilayah domisili.

Puskesmas Jemput Bola dan Perluasan Layanan Unggulan

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani, menjelaskan bahwa Puskesmas kini menjalankan lima pilar kesehatan komprehensif: promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, hingga paliatif. Pelayanan kesehatan tidak lagi terpusat di dalam gedung, melainkan aktif turun ke sekolah, lingkungan kerja, hingga Posyandu berbasis siklus hidup untuk semua rentang usia.

BACA JUGA:  Dinsos Kota Bandung Soroti Keluarga yang Sembunyikan Penyandang Disabilitas, Penanganan Jadi Terlambat

Dinkes Kota Bandung juga menghadirkan sejumlah terobosan fasilitas strategis guna memfasilitasi kebutuhan warga perkotaan:

  • Pendampingan Kesehatan Mental: Sebanyak 12 UPTD Puskesmas telah diperkuat oleh psikolog klinis profesional. Selain itu, program konseling psikologis Bandung Utama Bagja Sararea (Bangbara) telah resmi beroperasi sejak 25 Juni 2026.
  • Layanan Non-Stop 24 Jam: Mengakomodasi kesibukan warga pekerja, Puskesmas Ibrahim Aji dan Puskesmas Garuda kini beroperasi 24 jam untuk penanganan darurat serta menyediakan poliklinik rawat jalan hingga malam hari.
  • Jemput Bola Layanan: Pengoperasian Puskesmas Keliling digencarkan guna melayani warga yang mengalami hambatan mobilitas maupun transportasi.

Melalui perubahan paradigma ini, warga Kota Bandung didorong untuk memanfaatkan Puskesmas secara berkala guna melalukan deteksi dini dan menjaga kondisi tubuh tetap prima, bukan sekadar berkunjung saat sudah terlanjur sakit. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.