Layanan Digital Rawan Diterobos, Diskominfo Bandung Pasang Kuda-kuda Lindungi Data Pribadi
KOTA BANDUNG (METRUM) – Laju pesat transformasi digital di ranah pemerintahan bak pisau bermata dua. Di balik kemudahan layanan publik yang ditawarkan, potensi serangan siber dan ancaman kebocoran data pribadi warga mengintai setiap saat. Merespons risiko tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung bergerak cepat memperketat pertahanan digital dengan menggelar Sosialisasi Security Awareness di Hotel Atlantic City, Selasa (1/9/2026).
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, menegaskan bahwa pertahanan siber tak lagi bisa mengandalkan satu instansi atau individu semata. Kunci utama pertahanan terletak pada sinergi mutlak seluruh elemen pemerintahan.
“Pengamanan siber tidak bisa dilakukan oleh satu organisasi atau satu individu saja. Dibutuhkan koordinasi, konsolidasi, dan kolaborasi oleh seluruh stakeholder,” ujar Henryco.
Ia meminta seluruh aparatur memperlakukan data sebagai aset vital yang harus dijaga ketat, dimulai dari kedisiplinan paling mendasar seperti pengamanan akun dan kata sandi pribadi.
Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Insiden
Kepala Bidang Persandian dan Aplikasi Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yusuf Cahyadi, menambahkan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk mendongkrak kesiapsiagaan perangkat daerah dalam memitigasi potensi ancaman. Setiap penyelenggaraan layanan publik berbasis digital wajib mengintegrasikan standar perlindungan data pribadi secara ketat.
Guna memperkuat benteng pertahanan teknis, Diskominfo menghadirkan praktik lapangan dari JabarProv-CSIRT yang dipaparkan oleh Kabid Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jabar, Asep Denny Surbakti. Materi teknis difokuskan pada alur pelaporan insiden, penilaian kerentanan (vulnerability assessment), uji penetrasi (penetration testing), hingga penguatan kapasitas SDM.
Kunci Pertahanan: MFA hingga Update Perangkat Lunak
Peringatan senada disampaikan oleh Data Protection Officer (DPO) Kemkomdigi, Rindy. Dari kacamata teknologis, celah keamanan sering kali berakar dari kelalaian pengelolaan kredensial dasar.
Rindy mendesak seluruh pengelola sistem digital di perangkat daerah untuk segera menerapkan Multi-Factor Authentication (MFA), memanfaatkan VPN, serta disiplin memperbarui perangkat lunak (software update) secara berkala untuk menutup pintu masuk bagi peretas.
Melalui langkah konsolidasi ini, Diskominfo Kota Bandung optimistis integrasi keamanan digital dan transformasi layanan publik dapat berjalan seiring. Dengan demikian, kualitas layanan tidak hanya makin cepat dan andal, tetapi juga mampu menjaga keutuhan kepercayaan publik. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.