Dadang Supriatna Pilih Kerja Nyata, Bandung Bedas Terus Didorong Lewat Pembangunan Berkelanjutan
DI tengah derasnya arus informasi dan tingginya ekspektasi publik terhadap pemerintah daerah, Bupati Bandung Dadang Supriatna terus menegaskan gaya kepemimpinannya yang berorientasi pada hasil kerja. Sosok yang akrab disapa Kang DS (KDS) itu dikenal lebih memilih membuktikan komitmennya melalui program pembangunan yang nyata dibanding larut dalam perdebatan di ruang publik.
Selama memimpin Kabupaten Bandung, KDS mengedepankan pendekatan langsung kepada masyarakat. Berbagai kunjungan ke desa, peninjauan proyek infrastruktur, hingga dialog dengan warga dilakukan untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai kebutuhan di lapangan sekaligus menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Berlandaskan visi Bandung Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera), Pemerintah Kabupaten Bandung terus mengakselerasi pembangunan di sejumlah sektor strategis. Pemerataan infrastruktur menjadi salah satu prioritas melalui pembangunan dan rehabilitasi jalan, jembatan, serta jaringan irigasi guna meningkatkan konektivitas wilayah dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Program pembangunan desa juga terus diperluas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke pelosok.
Selain pembangunan fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus penting. Pemerintah daerah terus memperkuat layanan kesehatan dan memperluas akses pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Di sektor ekonomi, Pemkab Bandung mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, sektor pertanian, hingga pengembangan potensi ekonomi desa. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan.
Di balik berbagai program pembangunan tersebut, KDS menyadari setiap kebijakan publik tidak pernah lepas dari kritik maupun perbedaan pandangan. Namun, ia memilih menjadikan masukan sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat tanpa mengurangi fokus terhadap penyelesaian program-program prioritas.
Filosofi yang kerap disampaikan, “Dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang,” menjadi prinsip yang mencerminkan sikapnya dalam memimpin. Bagi KDS, pujian tidak boleh membuat lengah, sementara kritik tidak seharusnya menghambat langkah pemerintah untuk terus bekerja dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan warga juga terus dipertahankan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat dinilai menjadi cara efektif untuk menyerap aspirasi, memantau kualitas pelayanan publik, sekaligus memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata.
Di era keterbukaan informasi, keberhasilan seorang pemimpin tidak lagi hanya diukur dari narasi yang dibangun, melainkan dari hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, konsistensi dalam bekerja menjadi modal utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Bandung juga menegaskan bahwa mewujudkan “Bandung Bedas” bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Partisipasi aktif, pengawasan, serta kritik yang konstruktif dinilai menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan agar berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing Kabupaten Bandung di masa depan. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.