METRUM
Jelajah Komunitas

Duel Brutal di Roubaix, Van Aert Kalahkan Pogacar dalam Sprint Dramatis

PENANTIAN panjang Wout van Aert akhirnya terbayar lunas. Setelah sembilan kali mencoba sejak debutnya pada 2018, pembalap Belgia itu sukses menaklukkan kerasnya Paris–Roubaix 2026.

Rider andalan tim Visma Lease a Bike itu memastikan kemenangan dramatis usai menumbangkan juara dunia 2025, Tadej Pogačar, dalam duel sprint sengit di velodrome Roubaix, Minggu (12/4/2026). Keduanya terlepas dari kelompok elit dan saling mengunci sejak 20 km terakhir hingga garis finis.

Pogacar sempat mengambil inisiatif sprint lebih dulu. Namun, ledakan akselerasi Van Aert di 200 meter terakhir tak terbendung, membuat sang juara dunia harus kembali puas finis kedua—mengulang hasil musim sebelumnya.

Kemenangan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga penuh makna emosional. Van Aert mendedikasikannya untuk rekan setimnya, Michael Goolaerts, yang meninggal tragis saat Paris–Roubaix 2018.

“Kemenangan ini untuk Michael. Sejak kejadian itu saya bertekad menjuarai lomba ini. Di finis saya menunjuk ke langit untuknya dan keluarganya,” ucap Van Aert dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga mengungkapkan perjuangannya di lintasan brutal sejauh 258 km tersebut tidak berjalan mulus. Masalah teknis seperti ban kempes memaksanya mengganti sepeda, namun ia tetap mampu bangkit dan mengejar Pogacar hingga duel penentuan.

Tadej Pogacar ditempel ketat Wout Van Aert pada rute bebatuan, Paris – Roubaix 2026. (Foto: Red Bull).*

Paris–Roubaix sendiri dikenal sebagai balapan paling ganas di dunia, dijuluki Hell of the North, dengan kombinasi lintasan aspal dan sektor bebatuan (cobbles) yang kerap menjadi penentu nasib para pembalap.

Sorotan besar juga tertuju pada juara bertahan tiga kali, Mathieu van der Poel, yang datang dengan ambisi mempertahankan dominasi. Namun, nasib berkata lain.

Van der Poel harus berkali-kali menepi akibat ban kempes dan masalah pedal pada sepeda cadangan, yang membuatnya kehilangan momentum. Ia akhirnya finis keempat, tertinggal dari para rivalnya.

BACA JUGA:  Balap Sepeda Tour de Thailand 2022: Alan Banaszek Tampil sebagai Juara

“Masalah ban dan pedal membuat saya semakin tertinggal. Sulit mengejar mereka yang sudah di depan,” akunya.

Pogacar pun mengakui keunggulan Van Aert. Meski sempat mencoba melepaskan diri di 15 km terakhir, ia gagal menjauh.

“Saya sudah mencoba menyerang, tapi dia terlalu kuat. Saya tahu sprint melawannya akan sangat sulit,” ujar Pogacar.

Hasil akhir menempatkan Van Aert sebagai juara dengan catatan waktu 5 jam 16 menit 52 detik, diikuti Pogacar di posisi kedua. Jasper Stuyven finis ketiga, disusul Van der Poel di posisi keempat, dan Christophe Laporte melengkapi lima besar. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.