METRUM
Jelajah Komunitas

Elon Musk: Uji Terbang Starship Pertama akan Mengorbit pada Januari

PENDIRI SpaceX, Elon Musk, mengatakan pada Rabu (17/11/2021) bahwa perusahaannya akan mencoba meluncurkan Starship berbentuk peluru yang futuristik ke orbit pada Januari. Namun Musk tidak memberikan kepastian bahwa penerbangan uji coba pertama itu akan sukses.

“Ada banyak risiko yang terkait dengan peluncuran pertama ini, jadi saya tidak akan mengatakan bahwa itu kemungkinan akan berhasil, tetapi kami akan membuat banyak kemajuan,” katanya dalam pertemuan virtual yang diselenggarakan oleh National Academy of Sciences, sebagaimana dikutip VOA dari Associated Press.

Musk mengatakan dia yakin Starship – diluncurkan untuk pertama kalinya di atas mega booster – akan berhasil mencapai orbit sekitar 2022. Setelah belasan penerbangan uji orbital tahun depan itu, lanjutnya, SpaceX kemudian akan mulai meluncurkan satelit penting dan muatan lainnya untuk mengorbit di Starships pada 2023.

NASA telah mengontrak SpaceX terkait keinginannya dalam menggunakan Starship untuk mengantarkan astronaut ke permukaan Bulan pada awal 2025. Musk berencana menggunakan kapal yang dapat digunakan kembali, yaitu kapal yang juga mendaratkan manusia di Mars.

Starship, disebut Super Heavy, akan menjadi roket terbesar yang pernah terbang, menjulang setinggi 120 meter. Daya dorong lepas landas, Musk mencatat, akan lebih dari dua kali lipat dari roket Saturn V NASA yang membawa astronaut ke Bulan setengah abad yang lalu.

Super Heavy belum melambung. Namun model Starship skala penuh terbang ke ketinggian lebih dari 10 kilometer pada Mei 2021, sebelum berhasil mendarat kembali di kompleks SpaceX dekat ujung paling selatan Texas.

Menurut Musk, Starship dan Super Heavy untuk penerbangan uji orbital pertama keduanya telah selesai. Pada akhir November, korporasi berharap dapat menyelesaikan landasan peluncuran dan menara, sehingga pengujian dapat dilakukan pada Desember. Administrasi Penerbangan Federal harus selesai pada akhir tahun dengan peninjauannya, yang mengarah ke peluncuran paling lambat pada Januari atau Februari, tegas Musk.

Prototipe Starship SN10 selama uji terbang di fasilitas SpaceX di Texas Selatan. (Foto: AFP)
Prototipe Starship SN10 selama uji terbang di fasilitas SpaceX di Texas Selatan (Foto: AFP).*

Ia menuturkan hingga saat ini, sekitar 90 persen biaya pengembangan Starship ditanggung oleh SpaceX. Sedangkan NASA menutupi sisanya melalui kontrak pendaratan di Bulan. Dia tidak mengatakan berapa banyak yang telah dihabiskan sejauh ini.

Musk berencana untuk membangun beberapa kapal luar angkasa dalam waktu dekat. Dia memperkirakan akan membutuhkan 1.000 kapal luar angkasa untuk membuat kehidupan multiplanet menjadi nyata, sebagaimana tujuan utamanya.

Dia mengatakan sesuatu yang alami atau buatan manusia pada akhirnya akan mengakhiri peradaban — pandemi yang lebih buruk daripada COVID-19, terus menurunnya angka kelahiran, Armageddon nuklir, atau mungkin serangan langsung komet pembunuh. Memindahkan orang ke Mars dan tempat lain secepat mungkin, katanya, sangat penting “untuk melestarikan umat manusia.”​ (M1-VOA/ah/rs)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: