Cuaca Ekstrem Picu Banyak Kecelakaan, Vingegaard Rebut Kaus Kuning di Etape IV Paris–Nice 2026
AJANG sepeda Paris–Nice edisi ke-84 berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem pada Etape IV yang menempuh rute Bourges–Uchon sejauh 195 km, Kamis (12/3/2026). Hujan deras, angin kencang, serta suhu dingin membuat jalannya lomba berlangsung kacau dan memicu sejumlah kecelakaan di antara para pembalap.
Sejak awal balapan, hembusan angin samping yang kuat membuat rombongan utama (peloton) terpecah. Sekitar 40 pembalap berhasil melakukan breakaway. Namun kondisi lintasan semakin berbahaya ketika hujan turun dan angin semakin kencang, membuat jalan menjadi licin. Situasi ini memicu banyak insiden jatuh dan tabrakan antar pembalap.
Akibatnya, sedikitnya 15 pembalap tidak mampu menyelesaikan etape dan terpaksa mundur dari lomba. Di antara yang gagal finis terdapat pemegang kaus kuning sebelumnya, Juan Ayuso dari tim Lidl–Trek, serta andalan UAE Team Emirates XRG, Brandon McNulty.
Di tengah kondisi balapan yang penuh kekacauan, favorit juara Jonas Vingegaard dari tim Visma–Lease a Bike berhasil melakukan serangan pada bagian akhir lomba. Ia sempat bergabung dalam kelompok kecil bersama lima pembalap dari tim Red Bull–Bora–Hansgrohe ketika memasuki sekitar 6 km menjelang tanjakan terakhir menuju garis finis.
Meski harus bertarung tanpa dukungan rekan setim, Vingegaard mampu melepaskan diri dari dua pembalap Red Bull–Bora yang tersisa pada 1 km terakhir, yakni Daniel Martínez dan Tim van Dijke.
Juara dua kali Tour de France itu akhirnya melintasi garis finis pertama di puncak tanjakan Uchon, yang merupakan pendakian kategori 1 dengan ketinggian 634 meter. Martínez finis di posisi kedua dengan selisih 41 detik, sedangkan Van Dijke menempati posisi ketiga dengan jarak 45 detik.
Kemenangan pada Etape IV membuat Vingegaard merebut kaus kuning sebagai pemimpin klasemen umum, unggul 52 detik atas Martínez.
Sementara itu, kondisi cuaca buruk diperkirakan masih akan berlanjut di wilayah Prancis selatan. Angin kencang dan kemungkinan turun salju pada akhir pekan diprediksi memengaruhi rute tanjakan Etape VII yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (14/3/2026) dari Nice menuju Auron sejauh 139 km dengan finis di stasiun ski Auron. Panitia bahkan mempertimbangkan pembatalan atau perubahan rute demi alasan keselamatan.
Bagi Vingegaard, kemenangan ini terasa sangat spesial. Tahun lalu dalam Paris–Nice 2025, ia gagal melanjutkan lomba setelah mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk.
“Saya sangat bahagia bisa memenangi etape di Paris–Nice 2026 dan mengenakan kaus kuning, terutama setelah tahun lalu harus berhenti karena kecelakaan,” ujar Vingegaard usai lomba.
Ia mengakui etape tersebut merupakan salah satu yang paling berat dalam kariernya karena harus menghadapi cuaca dingin ekstrem tanpa bantuan rekan setim. Untuk mengatasi suhu dingin, ia mengenakan beberapa lapis jersey dan perlengkapan tambahan agar tetap hangat.
“Saya mungkin terlihat aneh karena memakai pakaian berlapis saat balapan, tapi itu membantu saya tetap hangat. Mungkin saja ini bisa menjadi tren baru bagi pembalap lain,” katanya sambil bercanda.
Sementara itu, klasemen sementara hingga Etape IV dipimpin oleh Vingegaard, diikuti Martínez di posisi kedua dengan selisih 52 detik, kemudian Georg Steinhauser di posisi ketiga dengan selisih 3 menit 20 detik. Posisi berikutnya ditempati Kévin Vauquelin (+3 menit 39 detik) dan David Gaudu (+5 menit 2 detik). (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.