Farhan Dorong Regenerasi Tokoh FKUB Demi Jaga Harmoni Lintas Iman
KOTA BANDUNG (METRUM) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menekankan pentingnya peran generasi penerus dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan pesannya saat berdialog dengan para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung, pada Rabu, 30 Juli 2025.
Kepada para tokoh FKUB, Farhan mendorong agar mulai mempersiapkan generasi penerus yang dapat melanjutkan semangat menjaga harmoni dan kearifan lokal yang telah terbangun selama ini.
“Saya harap para tokoh FKUB mulai mempersiapkan kader. Kearifan yang sudah dijaga sejak lama harus diwariskan kepada generasi selanjutnya,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa peran di FKUB bukanlah sebuah jabatan politik atau karier, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
“Menjadi bagian dari FKUB bukan karier, melainkan amanah. Karena itu, regenerasi penting untuk memastikan kesinambungan misi perdamaian,” tambahnya.
Farhan juga menekankan pentingnya pengelolaan perbedaan dalam masyarakat, mengingat potensi konflik keagamaan masih dapat muncul.
“Konflik antarumat beragama masih bisa terjadi. Selama ini penyelesaiannya bersifat represif. Jika tidak dikelola dengan bijak, bisa meluas. Maka, semangat mempertahankan keyakinan masing-masing harus diarahkan secara bijak agar tidak memicu ketegangan,” jelasnya.
Ia mengapresiasi peran FKUB sebagai wadah strategis yang berkontribusi nyata menjaga keharmonisan hingga ke level akar rumput.
“Terima kasih kepada FKUB yang terus menjaga kerukunan di Kota Bandung. Kita harus pastikan tidak ada pelanggaran terhadap toleransi beragama di kota ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Bandung, Ahmad Suherman, menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah demi menciptakan suasana kondusif bagi seluruh warga.
“FKUB hadir untuk memastikan suasana damai tetap terjaga. Kami terus berkolaborasi dengan pemerintah agar masyarakat merasa aman dalam menjalankan keyakinannya,” tutur Suherman. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.