METRUM
Jelajah Komunitas

Gerakan Bersepeda di Kota Bandung dari Masa ke Masa (bagian I)

ARTIKEL berseri ini menghadirkan kilas balik beragam aktivitas bersepeda yang tumbuh sebagai sebuah gerakan, dalam upaya menumbuhkan dan memperkuat budaya bersepeda. Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan banyak pesepeda sejak 2009, periode ketika minat masyarakat Kota Bandung terhadap sepeda meningkat cukup signifikan. Meski pada masa itu bersepeda masih didominasi sebagai sarana olahraga, hobi, rekreasi, dan pencapaian prestasi, geliatnya telah menjadi fondasi penting bagi berkembangnya spirit bersepeda di kemudian hari.

Selaku penulis, saya sengaja menulis kilas balik tersebut selain sambil mengenang asyiknya bersepeda, berkomunitas dan berkegiatan kala itu juga ingin menunjukan bahwa melalui gerakan bersepeda muncul banyak wawasan, pengalaman, inovasi, inspirasi, motivasi, dan dedikasi.

Di luar sejumlah daerah—khususnya di Jawa—yang telah lama memiliki tradisi bersepeda, sekitar tahun 2005 kota-kota besar di Indonesia mulai mengalami lonjakan antusiasme masyarakat terhadap sepeda. Fenomena ini didominasi kaum pria yang memadati akhir pekan dan masa liburan, menghidupkan suasana kota sekaligus memanfaatkan jalur-jalur sepeda yang mulai bermunculan.

Di tengah geliat tersebut, sekelompok pegiat sepeda menggagas sebuah gerakan yang tidak sekadar mendorong masyarakat untuk bersepeda, tetapi juga menempatkan sepeda sebagai bagian dari aktivitas harian. Dari semangat mengampanyekan bersepeda ke tempat kerja dan berbagai kegiatan inilah kemudian lahir komunitas berbasis gerakan yang dikenal dengan nama Bike to Work (B2W).

Kehadiran Bike to Work (B2W), yang kerap disebut sebagai pionir komunitas pesepeda berbasis gerakan, membawa warna baru dalam dunia bersepeda. Sepeda tidak lagi dipandang semata sebagai sarana olahraga atau hobi, melainkan bagian dari gaya hidup dan aktivitas sehari-hari, seiring dengan berbagai aksi dan kampanye bersepeda yang mereka jalankan.

Perkembangan B2W tidak hanya berpusat di Jakarta. Gerakan ini kemudian tumbuh di sejumlah kota lain, termasuk Bandung. Di Kota Kembang, B2W resmi berdiri pada 2007 dan sejak itu aktif menggerakkan beragam kegiatan, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

BACA JUGA:  BICARA BIKE #28: Program Bulan Bike Bandung

Gerakan bersepeda yang dijalankan tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan dengan berbagai aksi kebaikan lain, seperti kepedulian terhadap lingkungan dan kegiatan sosial. Sejumlah agenda bersepeda kerap dikaitkan dengan momentum tertentu, antara lain peringatan Hari Lingkungan, Hari Kesehatan, kegiatan bersepeda berbagi, dan berbagai inisiatif sejenis.

Sebagian besar gerakan bersepeda yang diulas dalam tulisan ini merupakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan penulis secara langsung.

Melalui tulisan ini, mari menengok kembali perjalanan berbagai gerakan bersepeda di Kota Bandung pada masa lalu, sejak langkah awal penulis bersama kawan-kawan mulai bersepeda hingga rentang waktu tahun 2025.

2009: Bergerak di Tengah Gencarnya Acara Sepeda Santai (fun bike)

Salah satu penanda meningkatnya minat bersepeda di kawasan urban seperti Kota Bandung terlihat dari maraknya penyelenggaraan acara fun bike atau sepeda santai. Kegiatan ini nyaris selalu hadir setiap akhir pekan, bahkan dalam satu hari tak jarang digelar dua hingga tiga acara sekaligus.

Fun bike umumnya memiliki karakteristik serupa: digelar oleh korporasi besar, bersifat berbayar, serta dilengkapi fasilitas seperti jersey atau kaos, konsumsi, dan beragam hadiah. Didukung banyak sponsor, acara ini juga diramaikan bazar dan hiburan, bahkan menawarkan hadiah utama bernilai tinggi seperti sepeda premium, kendaraan, rumah, hingga paket umrah. Kehadiran figur atau tokoh terkenal semakin menambah daya tarik, sehingga tak heran setiap gelarannya mampu menyedot ribuan peserta

Tak dapat dimungkiri, kegiatan sepeda santai tersebut pada dasarnya digelar sebagai sarana promosi dan keuntungan bagi korporasi atau perusahaan penyelenggara.

Meski begitu, keberadaannya tetap bisa dibaca sebagai bentuk respons atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap bersepeda. Seiring waktu, sejumlah fun bike bahkan mulai mengusung tema dan membawa pesan yang lebih luas, seperti kepedulian lingkungan, kesehatan, hingga aksi sosial. 

BACA JUGA:  Vuelta a Burgos ke-45/2023: Kondisi Roglic Mantap Jelang Vuelta a Espana 2023

Bagi pesepeda yang kurang berminat acara fun bike, mereka lebih memilih bersepeda sekedar keliling kota atau menuju trek favorit pesepeda yang mulai bermunculan, salah satunya Warung Bandrek (Warban) di Dago atas, baik sendirian ataupun berkelompok.

Di tengah maraknya penyelenggaraan fun bike, B2W Bandung bersama sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan tetap konsisten menggelar berbagai kegiatan gerakan bersepeda. Aktivitas tersebut melibatkan cukup banyak pesepeda, salah satunya pada bulan Januari ketika B2W Bandung mengadakan gowes bersama B2W Ranger Jakarta menyusuri Kota Bandung dan sejumlah ikon kota.

Di bulan Mei ada kampanye bersepeda yang diselenggarakan oleh Greeners.co bersama B2W Bandung bertajuk Gowes Anti Panas Bumi di Taman Pramuka dan uji coba car free day (cfd) di Jalan Diponogoro oleh Pemkot Bandung.

Selanjutnya di bulan Juli, aksi pesepeda dalam moment Hari Anti Narkoba Indonesia (HANI) Jawa Barat di Halaman Gedung Sate. Bulan September, Greeners.co menggelar Bersepeda Sambil Ingat Lingkungan (Bersaling) #5 di PUSDAI Jabar.

Sementera pada bulan Oktober digelar Bike to Batik oleh Dekranasda Jawa Barat di rumah dinas wakil gubernur Jabar, dan ratusan pegiat sepeda ikut dalam konvoi moment Bandung Bloossom Hari Jadi Kota Bandung ke-199 sepanjang Jalan Merdeka.

Hayu #biketokamanawae, minimal untuk jarak yang pendek, tetap bersepeda dengan bijak, tertib, dan beretika, karena bersepeda itu baik. Salam boseh dan Go green. (Cucu Hambali, “Bersepeda itu Baik /Beib”, Spirit membangun budaya bersepeda).*** (Bersambung)

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.