IBCA MMA Bandung Buktikan Diri lewat Kejuaraan Fighting Spirit Series 3
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga bela diri campuran amatir (IBCA) Mixed Martial Arts (MMA) sebagai salah satu cabang potensial pembentuk karakter generasi muda.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, secara resmi membuka Kejuaraan Ganda Fighting Spirit Series 3 yang berlangsung di GOR KONI Kota Bandung pada Minggu, 3 Agustus 2025. Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara dan jajaran pengurus IBCA MMA Kota Bandung atas terselenggaranya ajang ini.
“Atas nama Pemerintah Kota Bandung, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan ini. Lebih dari sekadar pertandingan, kejuaraan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda yang berdaya saing,” ungkap Erwin.
Ia menambahkan bahwa tema “Fighting Spirit” selaras dengan semangat masyarakat Bandung yang menjunjung nilai sportivitas dan kehormatan dalam kompetisi. Menurutnya, seni bela diri seperti MMA mengajarkan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, keberanian, serta pengendalian diri. Ia pun optimistis kejuaraan ini mampu melahirkan sosok-sosok tangguh yang menginspirasi anak muda lainnya.
Di sisi lain, Ketua IBCA MMA Kota Bandung, Hendra Guntara, dalam laporannya menjelaskan bahwa organisasinya baru berdiri empat bulan lalu. Meski tergolong baru dan belum menjadi anggota penuh KONI Kota Bandung, IBCA MMA telah sukses menggelar kejuaraan berskala besar berkat kerja sama berbagai pihak.
“IBCA MMA masih seumur jagung, tapi berkat dukungan dari banyak elemen—termasuk Pemprov Jabar, atlet, orang tua, serta promotor lokal—kami bisa menyelenggarakan Fighting Spirit Series ke-3 ini,” kata Hendra.
Ia juga menekankan bahwa acara ini menjadi media edukatif bagi publik yang belum familiar dengan MMA amatir, yang berbeda dengan tayangan profesional seperti One Pride. IBCA MMA, lanjutnya, hadir sebagai jalur pembinaan berprestasi yang mengedepankan disiplin dan aturan khusus.
Gelaran ini turut dimeriahkan dengan laga hiburan hingga pertandingan utama yang melibatkan institusi seperti TNI AD dan AU. Hal ini menunjukkan bahwa MMA mampu menjadi ajang inklusif yang mempererat hubungan antarlembaga.
“Kami sadar masih banyak kekurangan, tapi dari sinilah kami belajar. Dengan semangat ‘Berani! Menang! Terhormat!’, kami ingin mengenalkan IBCA MMA sebagai cabang olahraga yang layak diperhitungkan,” tutup Hendra. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.