Idulfitri 2026, Farhan Soroti 100 Ribu Warga Miskin di Bandung
KOTA BANDUNG (METRUM) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak masyarakat menjadikan momentum Idulfitri sebagai ajang refleksi sosial, bukan sekadar perayaan usai Ramadan.
Hal itu disampaikan Farhan dalam sambutannya sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026), di tengah suasana khidmat.
Ia menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di Kota Bandung. Hingga saat ini, sekitar 100 ribu warga tercatat hidup dalam kondisi miskin dan miskin ekstrem.
Menurut Farhan, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak bisa diabaikan oleh pemerintah maupun masyarakat.
“Saya melihat langsung kondisi warga yang sangat memprihatinkan. Tidak cukup hanya dengan bantuan, tetapi mereka membutuhkan kesempatan untuk hidup lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, Farhan mengungkapkan tingkat pengangguran di kalangan usia produktif masih berada di angka 7,4 persen. Sementara itu, ketimpangan ekonomi yang tercermin dari gini rasio mencapai 0,42—lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Ia menegaskan, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh elemen, termasuk partisipasi aktif masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Farhan juga menekankan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemerataan ekonomi.
“Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga solusi sosial agar kekayaan tidak hanya berputar di kelompok tertentu,” katanya.
Farhan pun mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial, demi mendorong pemerataan kesejahteraan di Kota Bandung. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.