METRUM
Jelajah Komunitas

Kisah Porak Poranda Kota Hiroshima Dalam Buku Karya John Hersey

PERISTIWA jatuhnya bom atom di Hiroshima, Jepang oleh sekutu diperingati setiap tanggal 6 Agustus. Wartawan John Hersey menulis sebuah mahakarya mengenai kejadian yang meluluhlantakkan Kota Hiroshima berdasarkan catatan reportase tentang para korban. Cerita ini akan mengusik sisi kemanusiaan.

Sejarah pilu ini disusun menjadi buku berjudul “Hiroshima” karya John Hersey. Sebelum kisah tragedi kemanusiaan Hiroshima ini dibukukan, untuk pertama kalinya dimuat di The New Yorker pada Agustus 1946. Artikel berjumlah 30.000 kata tersebut menimbulkan dampak besar yang mengungkap betapa menyeramkannya senjata nuklir saat pasca perang itu.

Hersey mengilustrasikan kisah enam karakter yang merupakan korban selamat dari bencana bom atom “little boy” itu. 

Seperti Toshiko Sasaki (juru tulis personalia perusahaan kaleng), Dokter Masazaku Fujii (pemilik rumah sakit swasta), Hatsuyo Nakamura (penjahit), Pastur Wilhelm Kleinsorge (pendeta Jerman), Dokter Terufumi Sasaki (dokter bedah), dan Pendeta Kiyoshi Tanimoto (pendeta Gereja Metodis Hiroshima).

Kisah keenam korban selamat dan warga Hiroshima lainnya ini dinarasikan oleh Hersey dengan gaya jurnalisme sastrawi. Ditulis layaknya novel berdasarkan kisah nyata. Hersey menghabiskan tiga minggu di Jepang untuk mewawancarai para korban.

Siapa yang mengira kilatan berasal dari langit saat pukul 08.15 itu bakal menimbulkan ledakan dahsyat. Tahun 1945, Pesawat pengebom B-29 milik Amerika Serikat mengejutkan warga Kota Hiroshima dan sekitarnya dengan menjatuhkan bom atom hingga menewaskan lebih dari 140.000 korban jiwa.

Kondisi Hiroshima hancur, sangat banyak korban tergeletak dan terjebak oleh reruntuhan bangunan. Membuat mereka yang selamat kelimpungan mencari tempat evakuasi yang aman dari panasnya kobaran api dan kabut asap menyesakan. Perjuangan bertahan hidup tanpa air bersih hingga nyawa tak terselamatkan akibat membludaknya pasien rumah sakit.

Keadaannya begitu suram, pergolakan batin melihat orang-orang meminta bantuan dan mayat-mayat sangat menyiksa mereka kala itu.

Penerbit Komunitas Bambu, menerbitkan versi terjemahan bahasa Indonesia pada tahun 2008 lalu dengan judul “Hiroshima: Ketika Bom Dijatuhkan”. 

Selain Hiroshima, masih ada karya lain milik John Hersey, seperti buku berjudul A Belle For Adano yang meraih penghargaan Pulitzer Prize tahun 1945. John Hersey meninggal pada 24 Maret 1993 di Key West. (Ana Siti Ghania/JT)***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: