METRUM
Jelajah Komunitas

Komunitas Pesepeda Berbasis Gerakan Bike to Work di Jawa Barat: Chapter Cikarang & Purwakarta (Bagian 2)

SEPERTI kita ketahui bersama bahwa Provinsi Jawa Barat (Jabar) merupakan wilayah yang sebagian besar daerahnya sudah terbentuk chapter komunitas pesepeda Bike to Work (B2W). Bisa jadi, merupakan wilayah terbanyak chapter daerahnya.

Di tulisan bagian pertama, telah diulas dua di antaranya, yaitu Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang. Dalam kesempatan kali ini, kita akan mengulas lebih jauh beberapa chapter lainnya.

B2W Cikarang

Komunitas B2W yang memiliki jargon “Kurangi Polusi di Kota Industri” ini merupakan salah satu chapter yang lumayan lama malang-melintang dalam gerakan ke-bike-an. Dikukuhkan Jum’at, 29 Agustus 2008 pada acara Bike to Work Day (BWD) di Cikarang, empat belas tahun silam.

Sejarah berdirinya B2W chapter Cikarang terangkum dalam katalog berjudul “Menggali Sejarah B2W Cikarang” yang ditulis tiga sosok pelaku sejarahnya, yaitu Wisnu alias mas Cokro, Ifan yang akrab disapa Kong Ifan, dan Daniysa Nurohman.

Mengutip catatan dari salah satu di antara ketiga sosok tersebut, Wisnu menuturkan bahwa perjalanan terbentuknya B2W Cikarang berawal dari sudah terbiasanya ia bersepeda ke tempat kerja saat dinas di luar negeri pada tahun 2003.

Saat kembali ke Jakarta, kebiasaan tersebut tetap ia lakukan, begitu pula ketika pindah ke Cikarang-Jababeka tahun 2004, di sini selain sebagai pesepeda harian juga gemar bersepeda semi off road.

Di awal tahun 2015, ia bergabung di mailing list pesepeda Jakarta di Yahoo yang kemudian resmi bernama mailing list B2W. Di forum tersebut ia sering bercerita kisahnya bersepeda berpuluh-puluh kilometer sehingga ia kerap dipanggil “orang gila dari Cikarang”.

Singkat cerita, komunitas B2W resmi berdiri pada 27 Agustus 2005, dan Wisnu menjadi bagian dari komunitas ini. Pada tahun 2008, atas prakasa salah satu pengurus B2W Indonesia, Toto Sugito memberi kepercayaan kepadanya untuk mengkoordinir kegiatan BWD bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar yang ada di Cikarang, hingga kemudian dijadikan momentum pendiriaan B2W Cikarang dan masuk dalam daftar chapter B2W Indonesia.

Pada Tahun 2009, B2W Cikarang menggebrak dengan mengusulkan adanya lajur sepeda (bike line), yang direalisasikan pada tahun itu juga atas dukungan beberapa developer Lippo dan Jababeka, dari mulai ujung sektor Tropikana melalui Polres/President University – Golf – hingga kembali ke Tropikana.

Sekarang, B2W Cikarang sudah memasuki tahun ke-14 wara-wiri dalam gerakan ke-bike-an melalui berbagai perjuangan, rintangan, dan dinamikanya.

B2W Cikarang Sambut B2W Indonesia (Foto: Dok. B2W CC).*

“Saat ini saya diamanahi untuk menjadi koordinator bersama para pengurus yang lain. Masih ada Om Wisnu, babeh Purkin, Dhanisa, dan Laily,” ujar Kong Ifan.

Untuk yang ingin bergabung dan mengetahui lebih jauh informasi B2W Cikarang, dapat memantau akun media sosialnya melalui Instagram (IG): @B2Wchaptercikarang.

B2W Purwakarta

Kabupaten Purwakarta, daerah yang terkenal karena makanan ringan simping dan sate maranggi ini juga telah terbentuk Chapter B2W cukup lama, meskipun dalam perjalanannya mengalami kesulitan untuk bergerak dan berkembang di tengah arus mindset masyarakat yang lebih dominan bersepeda hobi, olahraga, prestasi, dan rekreasi.

Meski demikian, tak lantas menyurutkan semangat seorang pegiat sepeda di sana, Bey Arif Budiman alias Ibey, yang mana merupakan sosok pelaku utama yang tak lepas dari riwayat berdirinya komunitas gerakan B2W di Purwakata.

Selama 12 tahun, Ibey berupaya untuk tetap semangat membewarakan gerakan ke-bike-an di daerah yang memiliki jargon “Purwakarta Istimewa” tersebut. Sementara beberapa rekan seperjuangannya berangsur-angsur non aktif karena kesibukannya masing-masing.

Perjalanan terbentuknya B2W Purwakarta diawali saat Ibey bekerja di  Kota Surabaya tahun 2010, ia mengikuti sebuah kegiatan dalam rangka Hari Pahlawan 10 Nopember bertajuk Mojosuro, yaitu kegiatan olah raga gerak jalan dan bersepeda dari Mojokerto ke Soroboyo.

Ia menjadi peserta bagian dari rombongan B2W Surabaya, dihadiri pula oleh Poetoet Soedarjanto dari B2W Indonesia yang kala itu menjabat sebagai Koordinator Wilayah. Di sela-sela kegiatan ibey berdiskusi dengan beliau membahas keinginan terbentuknya B2W di Purwakarta.

Atas saran Poetot, ia menghubungi ketua B2W Indonesia, melalui telepon genggam. Keduanya berdiskusi, hingga akhirnya ibey mendapat restu dari beliau untuk membentuk B2W di daerah Purwakarta.

Dalam satu kesempatan liburan kerja, ia pulang ke Purwakarta, kemudian mulai bergerak dengan mengumpulkan sekelompok pesepeda dengan sebutan “Barudak Pwk”, lalu melakukan diskusi di rumahnya. Hasilnya, pada Kamis, 2 Desember 2010 resmi terbentuk B2W Purwakarta dan tercatat dalam daftar Chapter B2W Indonesia.

“Selain saya, para pendiri lainnya saat itu ada Riyo, Gun, Ari, Ozoz, Nico, Ebod, dan beberapa sahabat dari Gerakan Pramuka seperti Dadi Suhendi, Riyadi, dan Deni,” papar Ibey.

Meski intensitas kegiatannya relatif kecil, tapi semangat untuk berkegiatannya tetap tinggi, berbagai kegiatan dilakukan baik dilaksanakan sendiri maupun mengikuti kegiatan-kegiatan pihak lain. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya bersepeda bersama ke berbagai jalur, trek, atau destinasi, sosialisasi keselamatan bersepeda, dan mengikuti sarasehan B2W Jabar di Bandung.

Meski sekian lama stagnant, beberapa kali sempat melakukan kegiatan lagi seperti mengikuti kegiatan Tour de Pangandaran (TdP) ke-7 tahun 2016 di Tasikmalaya. Dalam kesempatan kegiatan tersebut ada pertemuan B2W se-Indonesia, secara kebetulan penyelenggara TdP sebagian besar adalah aktivis B2W Tasikmalaya.

Selain itu, B2W Purwakarta bersama beberapa komunitas pesepeda yang ada di Purwakarta menyelenggarakan gerakan “Jum’at Bersepeda” dan melakukan “Gerakan Pungut Sampah” serta bersepeda dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2016.

Sementara, selama masa pandemiB2W Purwakarta juga sempat melakukan program dari B2W Indonesia yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) yaitu pembagian masker bagi masyarakat.

Sulitnya regenarasi juga menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan gerakan ke-bike-an B2W Purwakarta, namun saat ini dengan sumber daya manusia yang ada mencoba untuk tetap eksis melalui pelaksanaan berbagai program kegiatan dari B2W Indonesia serta lebih intens mengampanyekan gerakannya di media sosial.

Media Sosial B2W Purwakarta

  • FB Bike To Work Purwakarta
  • IG @biketoworkpwk

Sampai jumpa di ulasan B2W Jawa Barat lainnya di tulisan mendatang. Salam sehat, semangat dan tetap waspada. Selalu berdo’a dan menerapkan protokol kesehatan. Bersepedalah dengan bijak, tertib, dan beretika. Semoga pandemi segera berlalu.

Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik).***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.