METRUM
Jelajah Komunitas

Kota Bandung “Bersih-Bersih” Trotoar, Pemkot Tinggalkan Pendekatan Lunak

KOTA BANDUNG (METRUM) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penertiban tegas terhadap pedagang kaki lima (PKL) merupakan bagian integral dari program besar penataan sekaligus mempercantik 17 ruas jalan di Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung dinilai sebenarnya tidak kekurangan anggaran maupun sumber daya untuk membenahi jalan dan trotoar. Namun, upaya tersebut terancam percuma jika pelanggaran di ruang publik masih terus dibiarkan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur tidak akan berdampak maksimal tanpa penertiban penggunaan trotoar yang kerap disalahgunakan.

“Percuma trotoar sudah diperbaiki kalau masih dipakai tidak sesuai fungsi. Hasil kerja keras kita jadi tidak terlihat,” tegasnya saat memimpin apel pagi di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (13/4/2026).

Farhan langsung menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM bersama jajaran kewilayahan—camat dan lurah—untuk bergerak cepat. Para pedagang kaki lima (PKL) yang masih nekat menggelar lapak, menaruh gerobak, hingga membangun fasilitas semi permanen di atas trotoar diminta segera ditertibkan.

Ia memberi ultimatum: pelanggar harus membongkar sendiri lapaknya sebelum aparat turun tangan dengan tindakan tegas.

Langkah keras ini diambil setelah upaya penataan selama setahun terakhir dinilai belum membuahkan hasil signifikan. Pemerintah kini mulai meninggalkan pendekatan persuasif dan beralih ke penegakan aturan yang lebih tegas.

“Toleransi sudah cukup. Sekarang waktunya kita ambil kendali dan tegakkan aturan,” ujarnya.

Penertiban ini menjadi tahap awal sebelum perbaikan fisik dilakukan oleh dinas teknis, seperti Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Farhan tak menutup mata terhadap potensi resistensi di lapangan. Namun, ia menegaskan bahwa keberanian mengambil langkah tegas adalah kunci untuk mewujudkan wajah kota yang lebih tertib.

BACA JUGA:  Vietnam Jatuhkan Hukuman Mati kepada Taipan Properti

“Ini pilihan yang harus diambil. Kita ingin Bandung jadi kota yang lebih rapi, indah, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.