Kritik Fenomena Gen Z Ingin Gaji Tinggi Instant, Disnaker Bandung: Semua Butuh Proses dari Bawah
Job Fair Future Connect 2026 Sediakan 2.384 Lowongan Kerja
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha melalui Job Fair Future Connect 2026 Bandung Utara yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jumat, 28 Agustus 2026. Menghadirkan 25 perusahaan dengan total 2.384 lowongan pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus menggenjot penyelenggaraan job fair berkala, baik secara daring maupun luring, untuk menekan angka pengangguran. Langkah ini diambil guna mempertemukan langsung para pencari kerja dengan ratusan perusahaan pencari talenta.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menegaskan bahwa gelaran job fair bukan sekadar agenda formalitas seperti yang kerap dituding netizen di media sosial. Ia mengungkapkan, sektor usaha yang berpartisipasi sangat beragam—mulai dari teknologi, perbankan, hingga lembaga pelatihan—dengan ribuan formasi nyata. Sebagai contoh, Bank bjb membuka sekitar 50 posisi, sementara BCA menyediakan hingga 700 lowongan kerja.
“Ini bukan formalitas. Perusahaan-perusahaan besar yang hadir benar-benar membutuhkan talenta untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka,” tegas Yayan.
Berdasarkan data sistem e-layanan ketenagakerjaan (New Bimma), Disnaker mencatat setidaknya 610 pencari kerja telah berhasil terserap melalui rangkaian job fair sebelumnya. Selain itu, komitmen inklusivitas juga membuahkan hasil dengan terserapnya 554 tenaga kerja disabilitas di berbagai sektor perusahaan.
Di sisi lain, Yayan menyoroti tantangan mentalitas pencari kerja usia muda (Gen Z). Menurut keluhan pelaku usaha, tak sedikit angkatan kerja baru yang menuntut posisi nyaman dan gaji tinggi secara instan tanpa mau meniti karier dari dasar.
“Tidak ada pekerjaan yang ujug-ujug langsung di tempat tertinggi dengan gaji besar. Kita harus melalui tahapan-tahapan dari bawah, step by step,” kritiknya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengapresiasi konsistensi agenda ini. Namun, ia mengingatkan para pencari kerja bahwa ijazah saja tidak cukup di tengah sengitnya persaingan global. Calon pekerja wajib membekali diri dengan kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kedisiplinan tinggi.
Tak hanya itu, Asep juga mendorong generasi muda Bandung untuk mengubah pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
“Saya mengajak generasi muda untuk tidak hanya berorientasi mencari kerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan dan ekonomi kreatif,” imbau Asep. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.